Menu Hijau dan Laut Ramah Muslim di Taiwan

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 10:35 WIB
Menu Hijau dan Laut Ramah Muslim di Taiwan Flying Cow Ranch Milk Hot Pot. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Taipei, CNN Indonesia -- Taiwan tengah mengembangkan konsep agrowisata yang ramah bagi wisatawan Muslim mancanegara. Pengembangan konsep itu dikoordinir oleh Taiwan Leisure Farm Development Association (TFLDA) yang bekerja sama dengan Pemerintah Taiwan.

Promosi gencar dilakukan. Termasuk terhadap Indonesia, yang mana merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Jika bicara keramahan tempat wisata bagi Muslim, maka salah satu hal yang disorot adalah soal makanan.


Lazim, karena penganut agama Islam tentu selektif dalam membeli makanan ketika berkunjung ke luar negeri.

Namun, kekhawatiran soal makanan tidak akan muncul jika berkunjung ke perkebunan agrowisata yang telah mendapat sertifikat halal di Taiwan.

TLFDA memastikan perkebunan yang ramah bagi Muslim memiliki dapur khusus untuk memasak masakan halal.

Saya merasakan sendiri pengalaman mengelilingi sejumlah perkebunan, plus makanan yang mereka sajikan tanpa ada rasa khawatir.

Saat berkunjung ke Fairy Story Ecological Farm, saya disajikan sarapan berupa mi berbahan dasar organik.

Mencicip Kuliner Agrowisata Ramah Muslim TaiwanHidangan di Fairy Story Ecological Farm. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Mi yang mereka sajikan dibumbui oleh wijen dan minyak wijen. Teksturnya lembut meski diolah secara mandiri.

Salad yang mereka berikan pun berasal dari kebun yang ada di pekarangan. Tomat, timun, bawang merah, serta asparagus, pula ditambah wijen.

Salad begitu segar karena tumbuhan diolah secara organik. Mereka tidak mengelola kebun dengan pupuk kimia.

Jus kamquat dan olahan rosella dingin mendampingi sarapan yang mereka sajikan. Kamquat adalah buah khas Taiwan yang memiliki rasa manis dan asam ketika diolah menjadi minuman.

Saat makan siang, saya berada di Flying Cow Ranch, Miaoli. Saya disajikan beberapa menu.

Hidangan yang paling menyorot perhatian saya adalah sebuah panci berisi udang kukus, jagung manis, jamur kuping, serta beberapa jenis sayuran dan berkuah putih kental.

Ternyata benar, menurut penuturan pramusaji, kuah tersebut adalah susu.

Mencicip Kuliner Agrowisata Ramah Muslim TaiwanFlying Cow Ranch Milk Hot Pot. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Hidangan itu bernama Flying Cow Ranch Milk Hot Pot. Mulanya saya bertanya-tanya apa rasa sup udang berkuah susu. Penampakannya saja langka dan tidak pernah saya temui di Indonesia.

Saya tidak menyangka bahwa sup itu terasa gurih. Tidak manis. Rasanya tidak berlebihan sehingga selalu merasa belum puas. Udang kukus, jagung manis, dan sayuran lainnya pun terasa pas disantap bersama kuah susu tersebut.

Saya kemudian mencoba hidangan yang lain, yaitu Flying Cow Ranch Fried Cabbage. Kubis atau kol yang ditumis sejenak, kemudian dihidangkan dengan mayonaise.

Mencicip Kuliner Agrowisata Ramah Muslim TaiwanFlying Cow Ranch Fried Cabbage. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Bagi kalangan yang tidak suka sayuran, hidangan ini mungkin patut menjadi obat mujarab, karena rasanya yang gurih. Tidak hambar seperti sayur pada umumnya.

Hidangan lain yang saya cicip yaitu Salted Egg Shrimp atau udang goreng plus telur asin yang dihancurkan. Kombinasi rasa udang goreng dan telur asin yang sama-sama dominan tidak saling menutupi. Justru saling menyatu.

Mencicip Kuliner Agrowisata Ramah Muslim TaiwanSalted Egg Shrimp. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Saya juga menyantap Refreshing Food. Semacam salad berisi jagung manis, tomat, bawang merah, asparagus, brokoli. Uniknya, daging kepiting juga berada di dalamnya.

Nasi yang dihidangkan juga sangat pulen. Sama sekali tidak sulit menyantap menggunakan sumpit sekalipun.

Mencicip Kuliner Agrowisata Ramah Muslim TaiwanRefreshing Food. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Di malam hari, saya berada di Flower Home Leisure Farm. Tampilan hidangan yang disajikan tidak kalah menarik dibanding saat makan siang.

Pertama-tama, saya mencicip Flower Home Rose and Dragon Fruit Salad. Makanan pembuka Taiwan memang selalu berupa salad.

Saya lanjut mencoba Flower Home Steam Chicken. Mulanya, saya melihat hidangan itu berupa ayam yang dimasak setengah matang. Ternyata tidak.

Ayam dimasak begitu sempurna sehingga saya tidak cemas hidangan itu tidak halal lantaran belum matang. Dagingnya begitu lembut saat digigit. Kuah yang terasa asin dan agak pedas menambah rasa nikmat.

Mencicip Kuliner Agrowisata Ramah Muslim TaiwanFlower Home Steam Shrimp with Soy Sauce. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Di malam itu saya kembali menemukan hidangan udang. Kali ini yakni Flower Home Steam Shrimp with Soy Sauce. Bedanya, udang disajikan dengan ditambah siraman kecap asin. Rasa pedas berasal dari cabai dan daun bawang yang ditabur di bagian atas.

Selama di Taiwan, terutama saat berkeliling ke perkebunan agrowisata yang dikelola TLFDA, saya tidak cemas disajikan hidangan yang tidak halal.

Para pengelola memang langsung menyebutkan menu-menu yang khusus dapat disantap oleh wisatawan Muslim.

Penampilan hidangan serta aroma pun tidak ada yang mencurigakan. Semua menu yang saya santap juga dimasak hingga matang sempurna.

(ard)