Karnaval Karawo 2018 Dongkrak Perekonomian Gorontalo

Kemenpar, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 20:14 WIB
Karnaval Karawo 2018 Dongkrak Perekonomian Gorontalo Gorontalo Karnaval Karawo 2018 tak hanya mempertontonkan keelokan kain sulam Karawo, namun juga mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. (Dok Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gorontalo Karnaval Karawo 2018 yang diselenggarakan beberapa hari lalu tak hanya mempertontonkan keelokan kain sulam Karawo, namun juga mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar.

Karnaval Karawo yang masuk dalam Top 100 Wonderful Event Kementrian Pariwisata yang berlangsung pada Sabtu (20/10) lalu itu bertujuan untuk memperkenalkan sulaman Karawo pada dunia.

"Festival Karawo tahun ini masuk dalam Top 100 Wonderful Event Nasional yang ditetapkan Kemenpar. Tahun ini juga, parade busana dan karnaval diramaikan sejumlah perwakilan dari daerah regional Sulawesi," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Nancy Lahay, Selasa (23/10/2018).


Menurutnya, pariwisata merupakan sebagai salah satu leading sector dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Gorontalo.

"Karnaval ini merupakan perwujudan dari Pemprov Gorontalo dalam mendukung Program Prioritas Nasional di bidang pariwisata. Untuk pencapaian target kunjungan wisman dan wisnus," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie juga menyatakan kebanggaannya pada kegiatan ini.

"Yang membuat saya bangga, karnaval ini membuat perajin Karawo kehabisan bahan. Itu berarti terjadi peningkatan produksi dan permintaan sulam Karawo yang meningkatkan perekonomian perajin," ujar Rusli.

Rusli mengungkapkan bahwa dari beberapa karnaval yang dilakukan, perputaran uangnya mencapai Rp 5 miliar. Jumlah itu berasal dari perajin, koreografer karnaval, kuliner, suvenir, hotel dan penjahit.

"Semua lapisan masyarakat turut merasakan perputaran perekonomiannya. Semoga permintaan kain Karawo dari luar Gorontalo makin banyak," kata dia.

Diungkapkan Rusli, saat ini kain Karawo tak hanya dijadikan baju saja. Namun dikembangkan juga menjadi mukena, kipas, sapu tangan dan lainnya.

"Saya juga mengapresiasi peran Kemenpar yang selalu mempromosikan Karawo hingga ke luar negeri," ungkap Rusli.

Tak lupa Menpar Arief Yahya turut mengapresiasi niatan Pemprov Gorontalo yang menjadikan pariwisata sebagai salah satu leading sector-nya.

"Kami semakin yakin apa yang diputuskan Presiden Jokowi itu sudah berada di rel yang benar. Pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas, selain infrastruktur, energi, pangan dan maritim. Kita punya semua potensi yang dibutuhkan untuk menghidupkan pariwisata sebagai pendongkrak ekonomi nasional," imbuh Arif.

Arief menuturkan bahwa sektor pariwisata di Gorontalo ini bisa menjadi salah satu potensi ladang uang baru bagi masyarakat Gorontalo.

"Dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun sebesar 0,57%, laju ekonomi Gorontalo bisa tumbuh 7%. Diharapkan kelak pariwisata bisa menjadi motor pertumbuhan baru bila pengembangan pariwisata berjalan sesuai rencana," pungkas Arief.

Untuk informasi, kain Karawo merupakan kain tradisional khas Gorontalo yang pembuatannya merupakan hasil kerajinan tangan. Sedangkan Karawo merupakan Bahasa Gorontalo yang artinya sulaman dengan tangan. Orang-orang di luar Gorontalo mengenalnya dengan sebutan Kerawang.

Karawo merupakan buah dari proses ketekunan tangan para perajin. Seni membuat Kerawang atau Karawo ini disebut 'Makarawo'. Seni ini sudah diturunkan sejak masa Kerajaan Gorontalo berjaya. Keindahan motif, keunikan cara pengerjaan dan kualitas yang bagus menjadikannya bernilai tinggi. (egp/asa)