Penyebab dan Gejala Kanker Usus yang Diidap Titi Qadarsih

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 17:50 WIB
Penyebab dan Gejala Kanker Usus yang Diidap Titi Qadarsih Ilustrasi kanker usus (CNN Indonesia/Anggit Gita Parikesit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris lawas Titi Qadarsih tutup usia pada Senin (22/10) kemarin. Pesohor serba bisa itu dikabarkan meninggal dunia karena mengidap penyakit kanker usus.

Di Indonesia, kanker usus yang diderita oleh Titi merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. Penyakit yang juga dikenal dengan nama kanker kolorektal ini merupakan penyebab kematian kedua terbesar untuk pria dan ketiga terbanyak untuk wanita.

Kanker kolorektal merupakan kanker yang menyerang usus besar atau rektum, tergantung dengan bagaimana awal mula kanker itu dimulai. Sebagian besar kanker kolorektal berkembang pada lapisan dalam kolon atau rektum.



Pertumbuhan awal ini biasa disebut dengan polip. Biasanya, polip berkembang menjadi kanker dalam kurun waktu 10-15 tahun. Kendati demikian, tak semua polip akan berkembang menjadi sel kanker.

Dikutip dari Mayo Clinic, saat telah berkembang menjadi kanker, penyakit ini menimbulkan gejala berupa perubahan pada kebiasaan buang air besar temasuk diare, konstipasi, atau konsistensi tinja yang berlangsung lebih dari empat pekan. Biasanya juga ditandai dengan adanya pendarahan pada rektar atau tinja.

Indikasi lain yang muncul adalah rasa tidak nyaman pada perut, seperti kram dan nyeri. Selain itu, muncul pula rasa seperti terdapat sesuatu pada usus. Kanker usus juga ditandai dengan rasa lelah dan penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

Dikutip dari American Cancer Society, peneliti menemukan beberapa faktor atau penyebab yang meningkatkan risiko polip atau kanker usus.


Faktor itu umumnya berasal dari gaya hidup yang tidak sehat meliputi obesitas, kurang olahraga dan pola makan yang buruk. Aktivitas fisik yang minim juga bisa meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Diet atau pola makan yang banyak mengonsumsi daging merah dan daging olahan, serta rokok, dan alkohol juga meningkatkan risiko terkena kanker usus.

Selain itu, faktor risiko lain seperti usia di atas 50 tahun, riwayat penyakit serupa di keluarga, penyakit di usus, dan diabetes tipe 2 juga meningkatkan risiko kanker usus.

Risiko kanker usus ini dapat dikurangi dengan melakukan perubahan pada faktor risiko yang dapat dikontrol seperti obesitas, aktivitas fisik, dan pola makan.

Kanker usus juga dapat dideteksi dini dengan pemeriksaan pada orang yang belum memiliki gejala. Biasanya, pada pemeriksaan, dapat diketahui pertumbuhan polip dan dilakukan tindakan pencegahan. (ptj/asr)