Mengontrol Diabetes Tanpa Berujung Hipoglikemia

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 05:48 WIB
Mengontrol Diabetes Tanpa Berujung Hipoglikemia Ilustrasi (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menderita diabetes bukan berarti harus menurunkan gula darah serendah mungkin. Gula darah yang rendah justru bisa menyebabkan hipoglikemia yang dapat berujung pada kematian.

"Selama ini banyak yang berpikiran kalau diabetes, maka makin rendah gula darahnya, makin canggih. Itu salah, terlalu rendah bisa berbahaya karena hipoglikemia," kata ahli penyakit dalam, dr Dante Saksono dalam diskusi bersama Novo Nordisk di Jakarta, Rabu (24/10).

Orang dengan diabetes mesti mengontrol gula darahnya berada pada kisaran 100-180 mg/dL. Jika angkanya berada di bawah itu, seseorang berisiko tinggi terkena hipoglikemia.



Hipoglikemia sendiri merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah kadar normal.

Pada diabetes melitus tipe 2, hipoglikemia biasanya terjadi karena kurangnya asupan makanan. Sebanyak 27 persen penderita diabetes mengalami hipoglikemia.

Hipoglikemia ditandai dengan gejala seperti kelaparan, gemetar, keringat dingin, lemas, sakit kepala, dan mudah marah.

Kondisi gula darah yang rendah ini membuat jantung bekerja ekstra sehingga denyut jantung tidak stabil dan menyebabkan gangguan irama jantung atau aritmia. Pada kondisi yang parah dan terjadi terus menerus, aritmia akibat gula darah rendah bisa menyebabkan serangan jantung atau kematian mendadak.

"Sering dijumpai pada orang diabetes meninggal saat tidur. Ini terjadi karena hipoglikemia," ujar Dante yang merupakan spesialis endokrinologi ini.


Terapi insulin generasi baru

Agar tak berujung pada hipoglikemia, kata Dante, penderita diabetes mesti mengonsumsi obat berupa insulin untuk mengatur gula darah. Sejauh ini, insulin terbaik yang dapat digunakan untuk mengatur gula darah agar tetap stabil adalah insulin generasi baru.

Insulin generasi baru ini merupakan penemuan anyar yang memiliki efek hipoglikemia yang lebih rendah dibandingkan insulin lain.

Penggunaan obat ini juga mesti ditunjang dengan kebiasaan makan yang teratur. Dante menyebutnya "3J".

"Jumlah insulin yang dimasukkan itu konstan setiap hari sehingga makanannya juga harus konstan. Ingat 3J, 'Jumlah, Jadwal dan Jenisnya' harus konstan," ucap Dante. (ptj/asr)