Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

CNN Indonesia | Minggu, 18/11/2018 11:30 WIB
Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menyimpan banyak air terjun yang menunggu dieksplorasi. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Sukabumi, CNN Indonesia -- Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu memiliki banyak objek wisata dengan fokus yang beragam. Mulai dari wisata alam, budaya, minat khusus, hingga buatan tangan manusia.

Bahkan jika bicara soal wisata alam saja, kawasan seluas 126.100 hektare ini sangat beragam. Mulai dari pegunungan hingga lautan, semuanya lengkap tersaji.

Masalahnya tinggal lebih memilih sisi sebelah mana, dan punya waktu berapa lama untuk menjelajahi kawasan Taman Bumi ini.


Bersadarkan booklet tentang Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang bisa diambil secara gratis, di kantor Geopark Information Center, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, setidaknya ada belasan curug atau air terjun, beberapa pantai, gua, pulau kecil, dan lainnya.

Namun kenyataannya di lapangan bisa jauh berbeda, mengingat luas dan keragaman geologi kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika ditemukan objek wisata lainnya yang saat ini masih tersembunyi.

Untuk memulai kegiatan petualangan 'tipis-tipis' di taman bumi Ciletuh, tidak ada salahya untuk mengunjungi beberapa objek wisata yang sudah menjadi ikon. Berikut adalah lima objek wisata ikonik di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Bukit Panenjoan

Sebagai salau satu lokasi ideal untuk melihat amfiteater alam di Teluk Ciletuh, Bukit Panenjoan adalah objek wisata yang wajib dikunjungi saat ke Ciletuh.

Dari tempat ini, wisatawan bisa melihat hamparan sawah yang seakan berujung pada Samudera Hindia. Jika berkunjung sebelum musim panen padi, maka tempat ini akan nampak seperti permadani berwarna hijau.

Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu [EMB]Pemandangan dari Bukit Panenjoan. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)


Tentunya pemandangan ini adalah panasea bagi orang-orang kota yang pandangannya kerap terbentur meja kerja, perangkat elektronik, baliho, gedung bertingkat, hingga spanduk calon anggota legislatif.

Untuk menuju tempat ini, sebaiknya datanglah dari jalur lama Ciletuh. Meskipun memakan waktu dua jam lebih lama dibanding jika menggunakan jalur baru, dimulai dari Kota Palabuhanratu, namun rasa lelah yang menemani selama perjalanan di jalur lama akan sirna saat menatap panorama di Bukit Panenjoan.

Namun ada baiknya siapkan waktu empat sampai lima jam jika ingin mencapai Bukit Panenjoan lewat jalur lama, dan usahakan tiba di di tempat ini sebelum mentari terbenam karena jalanan ke kawasan ini didominasi oleh jalur yang berkelok-kelok dan minim penerangan.

Curug Cimarinjung

Sebelum bernama Cimarinjung, air terjun ini diberi nama Go'ong oleh masyarakat setempat. Tempat ini dulunya kenta dengan unsur mistis, namun sejak konsep Geopark digulirkan nuansa ceria mendominasi tempat ini.

Curug Cimarinjung memiliki ketinggian sekitar 40 meter, selain bisa menikmati luapan air yang terjun bebas bisanya di kawasan tebing kerap menjadi lokasi olahraga wall climbing.

Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu [EMB]Curug Cimarinjung adalah salah satu ikon wisata di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Setelah dibuka jalur baru menuju kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, kini wisatawan bisa dengan mudah menuju Curug Cimarinjung. Bahkan tidak sampai satu jam perjalanan jika dari kota Palabuhanratu, dengan kondisi jalan yang masih mulus.

Untuk melihat pesona air terjun dalam kondisi yang prima, sebaiknya berkunjunglah saat musim hujan. Namun perhatikan langah dan tetap patuhi arahan petugas, agar tidak berujung pada kabar buruk bagi keluarga tercinta.

Pengunjung tidak perlu takut lapar, karena di area parkir banyak berdiri warung yang menjajakan makanan atau minuman hangat. Bhakan toiet pun banyak tersedia di kawasan ini, jadi tidak usah ragu berbasah-basahan.

Curug Sodong

Letak Curug Sodong berada di antara Bukit Panenjoan dan Curug Cimarinjung, namun jika dihitung berdasarkan jarak maka jalu baru Ciletuh masih lebih menguntungkan untuk mempersingkat waktu.

Curug Sodong dan Curug Cimarinjung memiliki kelebihannya masing-masing, namun bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi menginap di dekat air terjun sebaiknya bermalamlah dengan membangun tenda di Curug Sodong.

Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu [EMB]Curug Sodong menjadi tempat yang ideal untuk kemping. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Suara tumpahan air, jangkrik, akan menambah kesyahduan malam yang bertabur bintang jika cuaca sedang cerah.

Pengunjung tak usah khawatir perihal keselamatan dan keamanan jika ingin menginap di curug Sodong, karena di Curug Sodong memang telah disediakan area untuk membangun tenda.

Pantai Palangpang

Selain Bukit Panenjoan dan Curug Cimarinjung, Pantai Palangpang adalah ikon wisata Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, tepatnya di kawasan Teluk Ciletuh.

Jarak antara Pantai Palangpang dan Curug Cimarinjung tidak jauh, sekitar 5 kilometer saja. Waktu yang diperlukan untuk mencapai pantai ini dari Curug Cimarinjung, tidak sampai 10 menit dengan kendaran bermotor saat kondisi jalanan tidak padat.

Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu [EMB]Pantai Palangpang, ikon wisata di Teluk Ciletuh. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Pantai ini menjadi 'muara' kegiatan wisata sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Ciletuh. Layaknya pantai pada umumnya, kegiatan yang bisa dilakukan di tempat ini adalah bermain air di pantai.

Selain bermain air, wisatawan juga bisa menyewa perahu untuk menyambangi pulau-pulau kecil yang berada di kawasan Teluk Ciletuh, seperti Kunti, Mandra, dan lainnya.

Satu hal yang membuat kawasan ini ramai adalah banyaknya penginapan, dan warung makan. Wargapun kerap menghabiskan waktu untuk berfoto di depan tulisan 'GEOPARK CILETUH' yang tersusun di salah satu sudut pantai.

Geyser Cisolok

Berbeda dengan empat objek wisata sebelumnya, Geyser Cisolok terletak di Kawasan Teluk Palabuhanratu.

Itu artinya tidak perlu waktu lama untuk mencapainya jika perjalanan dimulai dari Kota Palabuhanratu, cukup siapkan waktu 30 menit untuk sampai di tempat ini.

Objek Wisata 'Ikonik' di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu [EMB]Pengunjung menikmati semburan air panas di Geyser Cisolok. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)


Beberapa lokasi semburan air panas yang mengalir di sepanjang sungai ini, menjadi daya tarik utama Geyser Cisolok.

Mereka yang berkunjung ke tempat ini biasanya adalah surfer yang ingin membuat ototnya merasa 'santai', setelah tegang menantang dorongan ombak di beberapa lokasi seperti Cimaja, Ocean Queen, Sunset, dan lainnya.

(agr/ard)