Langkah Menghindari 'Musibah' Ketinggalan Pesawat

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 18:08 WIB
Langkah Menghindari 'Musibah' Ketinggalan Pesawat Ilustrasi. (Istockphoto/ShutterOK)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada setiap tiket penerbangan penumpang selalu diingatkan untuk melakukan check-in dengan batas waktu minimal dan maksimal. Bahkan untuk mempermudah, proses ini juga bisa dilakukan lewat jalur daring 24 jam sebelum waktu keberangkatan.

Namun hal ini seakan tidak membuat kasus ketinggalan pesawat menjadi sirna. Beberapa hari yang lalu seorang wanita nekat menerobos landasan pacu Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hal ini kemudian ramai diperbincangkan oleh warganet.

Terkait kasus tersebut, VP Corporate Secretary & CSR Citilink Indonesia, Ranty Astari Rachman, menuturkan kebijakan untuk penumpang tertinggal pesawat mengacu ke prosedur yang berlaku di Citilink.


"Khusus untuk kasus di Denpasar kemarin, Citilink mengambil kebijakan khusus dengan menjadwalkan ulang dan mengalihkan penerbangannya dari Bandara Halim Perdanakusuma ke Bandara Soekarno Hatta Cengkareng. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan beberapa faktor," ujar Ranty, saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui fasilitas pesan singkat, Kamis (22/11).

Ia berharap ke depannya kasus tersebut bisa dijadikan pembelajaran oleh semua pihak, baik maskapai maupun penumpang, demi kelancaran perjalanan transportasi udara di Indonesia.

Terkait penyebab kasus penumpang ketinggalan pesawat, ia menambahkan, hal ini terjadi karena biasanya penumpang berada di gate yang tidak sesuai seperti yang sudah ditetapkan oleh maskapai.

Selain itu, biasanya penumpang tidak memperhatikan petunjuk yang diberikan staf darat atau yang biasa terjadi karena kondisi lalu lintas yang padat saat menuju bandara.

Untuk itu, upaya menghindari ketinggalan pesawat dengan persiapan matang adalah langkah yang wajib dilakukan oleh setiap calon penumpang pesawat.

Namun bagi calon penumpang yang ketinggalan pesawat, sebaiknya tidak perlu terlalu panik dan segera lakukan beberapa langkah yang bisa menyelesaikan masalah pelik ini.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi tiket. Biasanya jika membeli tiket pesawat dengan harga normal, maka tiket tersebut masih dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pihak maskapai.

Tapi jika tiket itu adalah tiket promo, biasanya tiket tersebut akan langsung hangus. Sehingga mau tidak mau, calon penumpang membeli tiket baru.

Setelah mengidentifikasi tiket segera hubungi call center maskapai. Pastikan ke pihak maskapai apakah tiket tersebut bisa di-refund, dipindah ke waiting list pada penerbangan selanjutnya, atau memang sudah hangus.

(agr/ard)