Menjaga Hutan Bakau Halmahera Tengah

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 26/11/2018 11:04 WIB
Menjaga Hutan Bakau Halmahera Tengah Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut) diminta tidak mengalihfungsikan hutan bakau di daerah itu. Hal itu karena hutan bakau memiliki banyak fungsi yang vital.

Seorang pemerhati lingkungan di Malut, Djafar di Ternate, mengatakan hutan bakau memiliki berbagai fungsi seperti mencegah abrasi, menahan gelombang pasang, menghalangi sedimentasi laut, dan mengatasi polusi udara yang disebabkan asap kendaraan atau pabrik

"Sementara itu fungsi ekologi hutan bakau di antaranya adalah sebagai tempat berkembangbiaknya ikan, udang, kepiting serta menjadi rumah bagi burung laut," kata Djafar, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (26/11).



Selain itu, ia melanjutkan, hutan bakau juga dapat menjadi sarana pengembangan ilmu pengetahuan, bahan baku obat-obatan herbal, dan menjadi objek wisata seperti yang sudah banyak dikembangkan oleh berbagai daerah di Indonesia.

Atas hal itulah, Djafar menambahkan, Pemkab Halmahera Tengah harus melestarikan keberadaan hutan bakau di wilayahnya.

Menurut Djafar sebaiknya Pemkab Halmahera Tengah juga mengeluarkan regulasi, misalnya dengan peraturan daerah untuk melindungi keberadaan hutan bakau di daerah itu dari kegiatan perambahan atau pengalihfungsiannya.


Ia juga mengimbau kepada Pemkab Halmahera Tengah untuk melakukan rehabilitasi terhadap kawasan hutan bakau yang ada di daerah itu, terutama untuk kawasan bakau yang memiliki potensi menjadi objek wisata.

Terkait pengerusakan hutan bakau oleh oknum, Pemkab juga diharapkan untuk terus memberikan sosialisasi kepada masyarsakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan bakau. Karena masyarakat masih belum sepenuhnya menyadari manfaat hutan bakau bagi kehidupan manusia maupun lingkungan.

Sebelumnya Bupati Halmahera Tengah, Edi Langkara, mengatakan pemkab akan menjaga hutan bakau dalam wilayah strategis di daerah itu, di antaranya di sekitar Kota Weda yang akan menjadi hutan kota.

(agr)