8 Kota Musik yang 'Tersembunyi'

CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 18:20 WIB
8 Kota Musik yang 'Tersembunyi' Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Mark Makela)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai salah satu unsur penting dalam berwisata, musik memegang peran penting untuk membuat perjalanan makin berwarna. Selain mengumpulkan artefaknya, menyambangi kota yang erat kaitannya dengan sejarah musik juga menjadi tren.

Selama ini kota yang kerap dikaitkan dengan musik adalah New Orleans, karena memiliki kedekatan dengan unsur jazz. Meskipun pada kenyataannya banyak kota yang memiliki kedekatan dengan musik, namun belum banyak dikenal.

Mengutip Men's Journal, berikut adalah delapan kota musik yang tersembunyi di seluruh dunia:


Essaouira (Gnawa)

Jimi Hendrix dan Mick Jagger adalah dua bintang rock yang terpengaruh oleh aliran musik Gnawa yang berkembang di kota Essouira, Maroko.

Kota di Maroko ini juga menjadi tempat bertemunya beragam aspek, seperti spiritualitas dan pesta.

Tak heran jika festival musik Gnawa di kota ini bisa dihadiri oleh 500 ribu penonton setiap tahunnya.

Salvador (Samba)

Sudah bukan rahasia jika Brasil dikenal dengan alunan musik Samba, dan kota Salvador adalah gudangnya.

Sekitar 80 persen penduduk kota ini adalah keturunan Suku Afrika, suku yang membawa dan membesarkan musik Samba.

Setiap tahunnya saat perayaan hari kemerdekaan Brasil, musik Samba selalu dikumandangkan.

Baton Rouge (Swamp Blues)

Memphis boleh saja disebut sebagai rumahnya musik Blues, namun musik Swamp Blues berasal dari kota Baton Rouge.

Jika merasa awam dengan aliran musik ini maka sebaiknya coba dengarkan beberapa nama band atau musisi dunia seperti The Beatles, Rolling Stones, hingga Eric Clapton, karena genre musik ini cukup mempengaruhi mereka.

Cartagena (Vallenato)

Vallenato adalah musik folk asli Colombia, yang secara harfiah bisa diartikan sebagai 'yang terlahir di lembah'.

Musik 'mestizo' antara tradisi Afrika dan kultur pastoral Spanyol ini bisa dianalogikan dengan novel Gabriel García Marquez yang dijadikan lagu.

Marfa (Folk dan Indie Rock)

Meski  skena musik di Austin lebih legendaris, namun kaum hippie, nomad, dan bohemian saat ini lebih memilih Marfa sebagai markas untuk berkreasi dan mengaktualisasikan diri.

Setiap bulan September, kota di tengah gurun yang erat dengan nuansa psychadelic ini menggelar fetival yang mewadahi gejolak para pecintanya.

Accra (Highlife)

Aliran musik ini diciptakan oleh golongan aristokrat di Ghana, tepatnya di kota Accra, yag menolak musik tradisionalnya 'disusupi' oleh nada-nada dari luar.

Jika diperhatikan irama musik ini sekilas mirip dengan musik Funk yang berkembang di Amerika Serikat.

Toronto (Electro R&B)

Kota ini memiliki lebih dari 500 tempat manggung untuk para musisi, namun salah satu aliran yang lekat dengan kota ini adlah Electro R&B.

PartyNextDoor dan Majid Jordan adalah nama-nama yang membuat tonggak Electro R&B menancap kokoh.

Hanoi (House Music)

Mungkin nama ini agak mengejutkan mengingat banyak kota di Asia yang memiliki ekosistem musik lebih stabil, seperti Tokyo, Seul, dan Hong Kong. Musik ini memang bukan diciptakan di Hanoi, namun industri House Music di sini tergolong yang paling berkembang di dunia.

(agr/ard)