Setiap musim dingin, tumpukan salju yang menimbun di daratan bisa mencapai 20 sampai 30 sentimeter di akhir November. Dengan lokasi berada di lingkar kutub, provinsi ini juga disinari matahari sepanjang hari selama dua bulan setiap tahun.
Lihat juga:Menangkap Memori Wisata Dengan Tato |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Lonely Planet pada Kamis (29/11), perubahan iklim berkat pemanasan global telah mempengaruhi turunnya salju. Biasanya area ini tertutup salju sekitar 175 hari selama setahun.
Cuaca hangat yang tak lazim ditemukan di Lapland dikhawatirkan akan mempengaruhi industri pariwisata. Santa Clause Village di Rovaniemi turut terpengaruh dengan timbunan salju yang hanya mencapai beberapa sentimeter.
"Salju pertama turun di Lapland biasanya pada awal hingga pertengahan Oktober. Namun berdasarkan kondisi cuaca yang ada saat ini, salju yang turun di periode pertama itu sudah meleleh," ucap pakar meteorologi, Ville Siiskonen.
Kendati demikian, Lapland masih optimis meyakinkan wisatawan bahwa Lapland akan tetap jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Menurut House of Lapland, perubahan cuaca ini justru dapat mendukung kegiatan wisata di luar ruang.