8 Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 10:55 WIB
8 Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya Ilustrasi (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang.

Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa gangguan kondisi kesehatan.

Embuskan napas ke kedua telapak tangan, lalu cium aromanya. Jika bau, tenang, Anda tidak sendirian. Data Academy of General Dentistry menyebut lebih dari 80 juta orang mengalami bau mulut kronis.



Melansir CNN, ada delapan hal umum yang menyebabkan bau mulut. Berikut penyebab sekaligus trik-trik untuk mengatasinya.

1. Gosok gigi tak tuntas
Rendahnya kebersihan gigi menyebabkan bau mulut. Sisa makanan terjebak di sel gigi dan gusi sehingga membuat bakteri 'berpesta'. Akibatnya, mereka menghasilkan gas yang bau seperti telur busuk.

Atasi bau tersebut dengan gosok gigi teratur dengan pasta gigi yang mengandung fluor dan rutin membersihkan gigi dengan benang (flossing). Selain gigi, lidah dan pipi bagian dalam juga perlu digosok. Studi menunjukkan bahwa menggosok kedua bagian ini juga mampu mengurangi jumlah bakteri.

2. Konsumsi minuman atau makanan berbau tajam
Ada sederet makanan atau minuman yang menimbulkan bau mulut seperti kopi, bawang putih, ikan, telur, bawang bombay, dan makanan pedas. Deret makanan ini berkontribusi pada bau mulut sebab mereka bersifat melepas sulfur.

Permen mint disebut bisa menutupi bau tak sedap ini. Tapi, yang patut diingat, bau dari makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh dapat melekat dalam sistem pencernaan atau peredarah darah. Gosok gigi pun dinilai bukan solusi tepat.


Sebut saja kandungan allyl methyl sulfide pada kopi, bawang putih, dan bawang bombay yang mampu tinggal dalam aliran darah dan terlepas lewat napas hingga 72 jam setelah dikonsumsi.

Untuk memeranginya, Anda bisa mengonsumsi makanan lain seperti lemon, parsley, dan sayuran serta buah seperti apel dan wortel. Makanan-makanan ini akan mendorong produksi air liur yang sekaligus bersifat membilas mulut. Imbangi juga dengan asupan air putih.

3. Asupan serba manis
Makanan serba manis memang bisa jadi 'moodbooster' saat Anda menghadapi hari-hari berat. Namun, jenis makanan ini pula yang membuat bakteri mulut bersemangat, apalagi jenis makanan manis yang lengket seperti permen dan karamel.

Makanan manis jadi santapan empuk bakteri. Jika sudah begitu, bau mulut akan timbul dari gas yang dihasilkan bakteri.

Jika rasa untuk mencecap rasa manis tak tertahankan, para ahli menyarankan konsumsi cokelat polos yang rendah kandungan gula dan cepat meleleh di mulut.

4. Diet rendah karbohidrat
Diet ketogenik mengharuskan Anda berperang mengurangi asupan karbohidrat dan menambah konsumsi protein. Tubuh akan berada dalam kondisi ketosis, saat sistem mulai membakar lemak untuk menghasilkan energi.


Proses ini menciptakan produk yang disebut keton. Jika tubuh banyak memproduksi keton, tak ada pilihan lain bagi tubuh selain mengeluarkan keton lewat urine dan napas yang bau.

Anda dapat mengatasinya dengan minum lebih banyak air putih untuk 'membilas' keton dalam tubuh.

5. Mengorok
Saat malam, produksi air liur berkurang drastis. Tak heran jika napas jadi bau ketika bangun tidur. Kondisi ini akan semakin parah jika seseorang punya kebiasaan mengorok atau bernapas lewat mulut yang dikenal dengan istilah xerostomia.

Xerostomia atau kondisi mulut kering berpotensi menimbulkan radang tenggorokan, suara serak, sulit bicara dan menelan, bahkan perubahan pada indera pengecap.

Solusinya, atasi kebiasaan mengorok dan perbanyak konsumsi air putih. Selain itu, jaga kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi secara teratur.

6. Menjalani pengobatan tertentu
Salah satu penyebab bau mulut paling umum adalah pengobatan untuk penyakit tertentu. Obat-obatan dapat membuat mulut kering dan berkontribusi pada bau mulut. Obat untuk penyakit seperti depresi, tekanan darah tinggi, dan otot tegang kerap membuat produksi air liur menurun.


Biasakan untuk terlebih dahulu mengecek efek samping obat yang dikonsumsi. Jika obat bisa membuat mulut kering, maka minta lah saran dari dokter untuk mencarikan alternatif obat lain.

7. Konsumsi tembakau
Kebiasaan merokok membuat asap rokok menempel pada baju, barang bawaan, bahkan napas. Asap panas rokok dapat menurunkan kemampuan penciuman dan pengecapan. Asap panas ini pula yang membuat mulut kering.

Hilangnya air liur dikombinasikan dengan aroma tembakau menciptakan napas bau khas perokok.

8. Alkohol
Selain penyebab bau mulut, alkohol juga mampu membuat mulut kering. Bir, wine, cocktail adalah jenis-jenis minuman yang mengandung alkohol. Lawan dengan konsumsi permen bebas gula atau permen karet tanpa gula untuk menstimulasi produksi air liur.

Selain itu, perbanyak pula konsumsi air putih dan tak lupa menggosok gigi setelah mengonsumsi alkohol. (els/asr)