FOTO: Garis Peranakan dalam Koleksi Bramanta Wijaya

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 13:43 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Cinta jadi koleksi terbaru desainer Bramanta Wijaya. Lewat "Tresno", Bramanta ingin memperlihatkan cintanya pada akar budaya peranakan.

Bramanta Wijaya memamerkan koleksi bertajuk
Lewat
Kecintaan pada akar budaya peranakan membuat koleksi Tresno memiliki motif dan potongan baju dengan gaya Indonesia, China, dan Eropa. 
Gaun malam rancangan Bramanta menggunakan warna dasar putih dengan kain linen bercorak bunga klasik dari Eropa seperti krisan dengan nuansa biru, hijau, dan merah muda.
Motif bunga itu dikombinasikan dengan corak awan yang terinspirasi dari Mega Mendung, representasi budaya di pesisir utara Jawa.
Gaun-gaun ini kebanyakan menggunakan siluet anggun berupa jubah yang terinspirasi dari bangsawan Klan Manchu era Dinasti Qing. 
Tampak jubah Manchu dengan empat belahan diberi sedikit twist sehingga menjadi gaun panjang yang dilengkapi dengan detail kancing dan dipadukan dengan celana panjang.
Kerang Shanghai juga terlihat mendominasi hampir di setiap gaun. Penggunaan bustier juga hadir sebagai sentuhan klasik yang dipadukan dengan bawahan kain sarung khas kebaya encim. 
Adapula rok dengan potongan flare dengan gaun bergaya cheongsam.
Pada sekuens gaun pernikahan yang serba putih, Bramanta banyak bermain dengan potongan kain dan corak yang timbul. Bordir dan teknik lace mendominasi gaun yang menggunakan kain organza, sifon, dan satin.