Sewa Pulau Pribadi Demi Nikmati Cahaya Aurora di Norwegia

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 18:03 WIB
Sewa Pulau Pribadi Demi Nikmati Cahaya Aurora di Norwegia Ilustrasi Cahaya Aurora. (REUTERS/Alexander Kuznetsov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Semakin banyak alasan untuk berkunjung ke Norwegia, salah satunya dengan mendatangi Pulau Fordypningsrommet.

Di pulau ini turis bisa merasakan keheningan yang hakiki, karena tidak ada mobil, tidak ada toko dan hampir tidak ada orang yang bermukim di dalamnya.

Satu-satunya cara untuk mengunjungi pulau ini adalah dengan naik kapal selama satu jam dari pusat kota Oslo.


Tentu saja ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan turis di pulau mungil ini, salah satunya ialah menatap Cahaya Utara sepuasanya.

Tak perlu khawatir mencari tempat penginapan, karena sembilan rumah di Pulau Fordypningsrommet bisa disewa.

Dikutip dari situs resmi Badan Pariwisata Norwegia dan Travel and Leisure pada Senin (10/12), masing-masing rumah di sana memiliki dua kamar tidur dengan fasilitas kamar mandi, dapur dan sauna.

Jika datang berombingan sekitar 10 sampai 15 orang, seisi pulau ini tentu saja bisa disewa dan dinikmati lebih privat.

Jangan membayangkan kalau bentuk rumah di pulau terpencil ini tua atau reyot, karena rumah-rumah di sini memiliki kesan modern, bahkan baru saja diganjar pengharhaan Architizer's 2018 A+Award.

[Gambas:Instagram]

"Pemandangannya sangat indah dengan gugusan pulau-pulau Lofoten di sebelah kanan dan cakrawala tak terbatas di sebelah kiri," tulis Badan Pariwisata Norwegia mengenai keterangan Pulau Fordypningsrommet.

"Di sini Anda bisa duduk santai sambil minum anggur sambil menikmati keindahan dan keheningan."

Pulau ini bisa disewa sepanjang tahun, tetapi staf yang membantu turis untuk memasak makanan atau menghangatkan sauna hanya ada selama musim panas.

Kalau ingin menyewa rumah-rumah di sini saat musim dingin, turis harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk mendapatkan layanan ekstra berupa bantuan staf.

Perlu diketahui untuk menyewa seluruh pulau ini dikenakan biaya US$3.500 (sekitar Rp51 juta) per minggu.

[Gambas:Instagram]

(agr/ard)