Dead Week, Musim Liburan Murah yang Jarang Diketahui

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 15:06 WIB
Dead Week, Musim Liburan Murah yang Jarang Diketahui Ilustrasi. (Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Libur hari raya menjadi momen yang paling dinanti oleh kaum pekerja, khususnya bagi mereka yang sudah kehabisan jatah cuti.

Mengambil libur di hari kejepit--hari antara hari biasa dan hari raya, merupakan salah satu siasat yang paling sering dilakukan. Namun terkadang hal tersebut gagal terlaksana karena harga akomodasi wisata sudah terlanjur mahal.

Perlu diketahui kalau ada tiga musim penting dalam industri wisata, yakni; low season (musim sepi turis), high season (musim ramai turis) dan shoulder season (musim peralihan).


Sudah pasti high season bukan pilihan masa berwisata bagi mereka yang berdana terbatas.

Dan meski harga akomodasi bakal lebih murah, bukan berarti low season jadi masa menyenangkan untuk berwisata, karena bisa saja destinasi yang didatangi sedang mengalami musim kering atau musim badai.

Telah banyak penjelasan mengenai cara berwisata selama shoulder season, tapi tak banyak yang mengetahui kalau ada masa dead week yang bisa membuat turis menghemat dana wisata.

Dikutip dari Travel Binger pada Selasa (11/12), dead week merupakan musim murah setelah Tahun Baru dan hanya berlangsung selama bulan Januari, tepatnya selama 2-15 Januari.

Di Amerika Serikat (AS), masa ini merupakan yang paling ditunggu oleh turis karena sebagian besar maskapai penerbangan dan tempat penginapan menurunkan harganya.

Turunnya harga dikarenakan mereka ingin menggaet turis setelah masa high season; Thanksgiving, Natal dan Tahun Baru.

Selain harga akomodasi yang bakal jauh lebih murah, selama masa dead week ini sebagian besar tempat yang ramai didatangi turis seperti bandara dan taman bermain juga bakal lebih sepi, karena anak sekolah dan karyawan sudah kembali melakukan rutinitasnya.

Tulisan dari Travel Binger juga menunjukkan bahwa harga akomodasi saat hari kerja dalam masa dead week bakal lebih murah ketimbang saat akhir pekan. Jadi ada baiknya memesan akomodasi untuk hari Senin-Kamis, ketimbang hari Jumat-Minggu.

Banyak maskapai penerbangan dan tempat penginapan yang menawarkan promosi bertajuk 'winter specials' untuk mempromosikan masa dead week, karena jarang ada perusahaan yang benar-benar memasarkan "rahasia masa liburan murah" ini.

Jika sudah memiliki dana yang siap dibelanjakan, ada baiknya mulai membuka situs pemesanan untuk berburu akomodasi masa dead week setelah Natal atau Tahun Baru, karena di saat itulah banyak perusahaan mulai menurunkan harga.

Keberuntungan sangat diperlukan untuk berburu akomodasi murah dalam masa dead week, karena tidak ada jaminan seluruh harga tiket pesawat dan hotel bisa sangat murah.

Dan perlu diketahui juga kalau tidak semua destinasi wisata bakal memberikan harga miring selama masa dead week, karena destinasi wisata yang sudah sangat populer seperti Paris, New York atau Hawaii akan selalu ramai didatangi golongan turis yang tak peduli high season atau low season.

(agr/ard)