Sejenak Memahami Permasalahan Gunung

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 06:35 WIB
Sejenak Memahami Permasalahan Gunung Ilustrasi. (Foto: CARLOS ALONZO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak banyak orang yang tahu jika Hari Gunung Sedunia diperingati setiap tanggal 11 Desember. Sejak dicanangkan oleh PBB sejak tahun 2003, setiap tahunnya gunung mendapat perhatian dari berbagi sisi.

FAO, organisasi di bawah PBB yang berwenang mengurus berbagai hal yang berhubungan dengan pangan di dunia dan hasil-hasil pertanian, dipilih sebagai 'pengawas' untuk memperingati hari gunung sedunia setiap tahunnya.

Setiap tahunnya, FAO selalu merilis isu terkait gunung menjelang perayaan Hari Gunung Sedunia.


Mengutip situs resmi FAO, tahun 2010 tema HAri Gunung Sedunia adalah perubahan iklim di kawasan pegunungan.

Sedangkan pada tahun 2018, tema yang dipilih adalah Permasalahan di Pegunungan yang dirangkum dalam tagar #MountainsMatter.

"Permasalahan pegunungan masih kerap dilupakan, padahal gunung memegang peranan penting seperti penghasil 60-80 persen air segar di bumi, hingga menyediakan ekosistem. Sekarang saatnya kita meningkatkan perhatian ke gunung," mengutip tulisan di situs resmi FAO, Selasa (11/12).

Beberapa ancaman di kawasan pegunungan disebabkan oleh perubahan iklim. Longsor adalah momok utama bagi kawasan pegunungan.

Pertanian di pegunungan saat ini menjadi masalah yang cukup krusial, hal ini dikarenakan banyak masyarakat di pegunungan yang meninggalkan pekerjaan ini demi kehidupan urban khas perkotaan.

Untuk ranah wisata, pegunungan 'penghasil' foto-foto yang instagram-able. Tak heran jika pegunungan mampu memikat sampai 20 persen wisatawan global, khususnya mereka yang tertarik dengan wisata alam dan budaya.

Meskipun wisata berpotensi menjadi sektor yang menyokong perekonomian warga di pegunungan, namun kenyataannya masih banyak warga yang hidup miskin dan tidak terimbas dampak positif pariwisata. (agr/ard)