Atasi Kepadatan Pengunjung, Taj Mahal Naikkan Harga Tiket

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 20:06 WIB
Atasi Kepadatan Pengunjung, Taj Mahal Naikkan Harga Tiket Pintu masuk Taj Mahal yang dipadati turis. (AFP PHOTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak berwenang menaikkan harga tiket masuk Taj Mahal bagi penduduk India sebanyak lima kali lipat demi mengurangi serbuan pengunjung dan melindungi eksistensi bangunan bersejarah itu.

Penduduk India merupakan mayoritas pengunjung di Taj Mahal, dengan jumlah kunjungan 10 ribu sampai 15 ribu orang per hari.

Dan sepanjang tahun 2016, total jumlah kunjungan ke bangunan marmer putih abad ke-17 itu berjumlah 6,5 juta orang.


Tiket masuk Taj Mahal untuk penduduk India yang awalnya seharga 50 rupee (sekitar Rp10 ribu) kini menjadi 250 rupee (sekitar Rp50 ribu) per orang.

Sementara itu harga tiket masuk untuk turis mancanegara naik menjadi US$19 (sekitar Rp277 ribu) dari harga awal US$16 (sekitar Rp234 ribu) per orang.

"Kami menaikkan harga tiket untuk membatasi jumlah kunjungan," kata seorang pejabat dari Survei Arkeologi India, badan yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan bangunan UNESCO itu, seperti yang dikutip dari AFP pada Selasa (11/12).

"Langkah ini akan mengurangi jumlah pengunjung sekitar 15-20 persen sekaligus meningkatkan pendapatan untuk pelestariannya," lanjutnya.

Langkah terbaru ini dirumuskan hanya beberapa bulan setelah pemerintah India membatasi jumlah kunjungan menjadi 40 ribu orang per hari.

Sebelumnya dalam satu hari sebanyak 70 ribu orang memadati Taj Mahal. Angka tersebut akan bertambah saat akhir pekan.

Para ahli mengatakan terlalu ramainya pengunjung menyebabkan kerusakan permanen pada lantai marmer, dinding, dan pondasi bangunan bersejarah ini.

Para ahli juga sedang berjuang untuk menyetop berubahnya warna marmer putih menjadi kuning karena kejamnya polusi di kota utara Agra.

Selain turis dan polusi udara, kerusakan Taj Mahal juga disebabkan oleh kotoran serangga yang berhabitat di Sungai Yamuna yang berada di sebelahnya.

Sungai Yamuna tercatat menjadi salah satu sungai paling tercemar di India.

Pada bulan Juli, Mahkamah Agung India mengancam akan menutup Taj Mahal atas kegagalan pihak berwenang melindunginya dari kerusakan.

Pengadilan lalu meminta pihak berwenang India untuk berkonsultasi dengan para ahli internasional demi mempercepat upaya konservasi.

(ard)