Studi Temukan Tiga Fase Kesepian dalam Hidup

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 16:00 WIB
Studi Temukan Tiga Fase Kesepian dalam Hidup Ilustrasi kesepian (Jeff Sheldon/Unsplash.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam hidup, seseorang pasti bakal merasa kesepian. Namun, kapan puncak kesepian itu muncul, tak ada satu pun yang mengetahuinya dengan pasti.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychogeriatrics melaporkan banyak orang merasa kesepian level sedang hingga berat selama usia akhir 20an, pertengahan 50an, dan akhir 80an.

"Tiga perempat dari peserta penelitian melaporkan tingkat kesepian sedang hingga berat," ujar penulis studi penelitian, dr Dilip Jeste, melansir CNN.



Kesepian, kata Jeste, tak bersifat subjektif. Kesepian bukan berarti kesendirian, kesepian juga tak berarti hidup tanpa teman.
Dalam hal ini, kesepian didefinisikan sebagai distres subjektif. "Ini adalah perbedaan antara hubungan sosial yang Anda harapkan dengan hubungan sosial yang Anda miliki," jelas Jeste.

Orang yang memiliki sifat bijaksana yang tinggi, kata Jeste, tak bakal merasa kesepian. Begitu pula berlaku sebaliknya.

Sebelumnya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kesepian lumrah terjadi pada usia tua dan usia muda. "Hasil-hasil penelitian itu seolah saling bertentangan, jadi itulah yang ingin kami ketahui," tutur Jeste.

Sebanyak 340 penduduk San Diego Country berusia 27-101 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini.

Jeste berasumsi, kesepian yang muncul pada usia tua dalam penelitiannya ini, didorong oleh penyebab faktor usia. "Seiring bertambahnya usia, mereka menjadi lebih sendirian," kata dia.


Sementara kesepian yang melanda usia akhir 20an diasumsikan muncul akibat masa-masa itu merupakan periode bagi seseorang untuk mengambil keputusan besar.

Fase itu kerap menimbulkan stres lantaran seseorang sering merasa bahwa keputusan yang diambil oleh orang-orang di sekitarnya jauh lebih baik. "Jelasnya, ini adalah periode stres yang meningkatkan kesepian," kata Jeste.

Sementara itu, kesepian yang melanda usia 50an muncul akibat krisis paruh baya. Jeste mengatakan, biasanya pada fase ini, kesehatan seseorang mulai menurun. Di fase ini pula seseorang biasanya mendapatkan diagnosis berbagai penyakit seperti diabetes dan jantung.

Penelitian ini juga menemukan bahwa pria dan wanita mengalami rasa kesepian pada tingkat yang sama. Tak ditemukan perbedaan berdasarkan jenis kelamin baik dalam prevalensi atau keparahan.

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesepian dikaitkan dengan penurunan dalam kesehatan fisik dan mental. (asr)