Wisata Mistis ala Makam di Gua Toraja

Kemenpar, CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 20:10 WIB
Wisata Mistis ala Makam di Gua Toraja Toraja memiliki destinasi wisata Makam Gua Londa yang menjadi salah satu tempat pemakaman unik di Indonesia. (Foto: Dok. Kemenpar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Toraja memiliki destinasi wisata Makam Gua Londa yang menjadi salah satu tempat pemakaman unik di Indonesia.

Destinasi yang berada di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi ini menawarkan sensasi yang berbeda karena objek wisatanya yang berupa makam. Mengunjungi makam di dalam goa yang berlokasikan sekitar 7 kilometer arah Selatan Kota Rantepao ini berbeda dengan makam pada umumnya.

Tradisi orang Toraja yang bertahan hingga ratusan tahun, membuat makam di Londa menjadi unik dan layak dikunjungi.


"Ini merupakan sebuah keunikan tradisi masyarakat Toraja. Keunikan tradisi ini menempatkan Toraja sebagai destinasi wisata budaya seperti halnya Bali. Bahkan Toraja memiliki market utama wisatawan asal Eropa. Ini menjadi bukti betapa menariknya Toraja," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/12).

Untuk mencapai Londa, wisatawan dapat menggunakan kendaraan umum baik mobil, motor sewaan, ataupun ojek. Harga tiket pun cukup terjangkau. Wisatawan hanya perlu membayar tiket Rp10 ribu untuk bisa masuk ke kawasan Makam Londa.


Setibanya di sana, mereka akan disambut dengan sebuah gapura selamat datang di Londa. Sebelum memasuki gua, jangan lupa membawa penerangan untuk masuk ke dalamnya. Namun, jika tidak memilikinya, di sana terdapat banyak pemandu yang akan membawa petromaks dan menemani perjalanan wisatawan.

Harga sewa petromaks pun cukup terjangkau yaitu dengan merogoh kocek sebesar Rp50 ribu. Jika perjalanan dirasa menyenangkan, wisatawan bisa memberikan tips sesuka hati kepada pemandunya.

Sebelum mencapai tebing batu yang lumayan tinggi, wisatawan harus menuruni sejumlah anak tangga. Di tebing batu itulah tersimpan gua alam yang dipenuhi labirin dengan stalagtit dan stalagmitnya.

Sesampainya di depan tebing batu, terdapat erong (peti mati) yang diletakkan di celah-celah batu. Di sana akan terlihat beberapa erong yang nampak digantung di batu. Posisi sendiri menunjukkan strata sosial dari orang yang dimakamkan. Semakin tinggi posisi erong semakin tinggi strata sosialnya.

"Dahulu, erong memang digantung untuk menghindari binatang buas dan pencurian. Karena di dalam erong ikut disertakan barang-barang berharga milik yang meninggal," ungkap Rian Malino, salah satu pemandu di Pemakaman Londa.

Di tebing Londa itu juga ada beberapa erong yang diletakkan di lokasi yang lumayan tinggi. Menurut Rian, erong itu milik keluarga bangsawan, sehingga harus berada lebih tinggi dari yang lain.


Perlu Berhati-hati

Menelusuri gua makam ini, wisatawan perlu berhati-hati di beberapa bagian, ketinggian gua hanya sekitar 1 meter, sehingga perlu berjalan membungkuk. Kondisi gua yang dingin juga menambah aura mistis destinasi ini. Meski begitu tidak ada bau menyengat yang keluar dari mayat di dalam gua.

"Namun perjalanan menelusuri gua makam Londa tentulah merupakan sebuah pengalaman yang tak akan didapatkan di tempat lain. Apalagi kekayaan budaya ini didukung juga oleh keindahan alamnya yang luar biasa," papar Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata Ricky Fauziyani.

Jalan yang mendaki lumayan menguras tenaga, namun jangan khawatir tersedia beberapa gazebo bagi wisatawan yang ingin beristirahat. Dari gazebo itu, tebing batu dan gua alam terlihat secara keseluruhan. Jika sudah cukup beristirahat, wisatawan dapat mampir ke kios-kios yang menjual berbagai suvenir.

Cindera mata yang disediakan dari destinasi ini cukup beragam, mulai dari miniatur tao-tao, ukiran dan pahatan ornamen Toraja, tas, selempang, kalung hingga ke kain tenun Toraja.

Amenitasnya juga lengkap, di kompleks pintu masuk ini juga tersedia warung makan. Untuk akomodasi penginapan, di Toraja tersedia cukup banyak penginapan dan hotel dengan fasilitas yang mumpuni.


(prf)