Pasar Puri Bambu Bojongkoneng Diserbu Pengunjung

Kemenpar, CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 19:25 WIB
Pasar Puri Bambu Bojongkoneng Diserbu Pengunjung Sajian di dalam destinasi digital itu pun lengkap dengan menonjolkan kekuatan seni budaya Jawa Barat. (Foto: Kemenpar)
Bandung, CNN Indonesia -- Generasi Pesona Indonesia (GenPI) dinilai jeli membaca peluang terkait dengan peluncuran destinasi digital Puri Bambu Bojongkoneng, Bandung di dalam Cimenyan Festival.

Sejak peluncuran pada Sabtu (30/12) pagi, kawasan Cimenyan, Bojongkoneng, Bandung Utara, sudah ramai didatangi pengunjung. 

"Keramaian ini sudah kami prediksi. Soalnya destinasi digital saat ini begitu digandrungi kaum milenial. Padahal ini baru soft launching. Kita harapkan ini akan terus ramai seperti ini," ujar Kabid Promosi Disparbud Kabupaten Bandung Vena Andriawan dalam keterangan tertulis, Senin (31/12).



Sajiannya pun lengkap dengan menonjolkan kekuatan seni budaya Jawa Barat. Apalagi seni yang ditampilkan pun unik karena bertema bambu sesuai dengan nama pasar digital, Pasar Puri Bambu.

Selain itu, ada juga Rampak Karinding, atraksi bambu gila, dan Tari Tarawangsa. Berbagai permainan tradisonal yang unik dan menarik pun bisa ditemukan di sini. Semua permainan tersebut terangkum dalam kaulinan lembur seperti egrang bambu dan babatokan dari batok kelapa.

"Kita juga melakukan kolaborasi dengan warga Cimenyan. Karena tujuan dari destinasi digital adalah untuk mengangkat perekonomian masyarakat. Seluruh kuliner yang dijual merupakan olahan masyarakat sekitar," katanya.

Melengkapi Destinasi Wisata

Bagi Ketua GenPI Nasional Mansyur Ebo, kehadiran Pasar Puri Bambu semakin melengkapi destinasi yang ada di Bandung, sekaligus menyukseskan program destinasi digital yang dicanangkan Kemenpar.

Ada juga pasaran, yakni semacam kopi darat atau offline komunitas warganet dan masyarakat umum. Pasaran ini dibuat tematik karena anak muda zaman 'now' tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik difoto, dan kreatif.


"Mereka maunya berlama-lama nongkrong seperti di cafe asal jaringan telekomunikasinya bagus, spot-nya keren. Nah kita sediakan wadahnya lewat destinasi digital ini," ucap Mansyur.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya pun terus mengapresiasi langkah dan ide-ide kreatif yang dimunculkan komunitas GenPI. Ia juga mendorong konsep ini agar terus dihadirkan oleh komunitas GenPI lainnya di berbagai daerah.

"Menciptakan atraksi baru yang kekinian dengan memanfaatkan potensi lokal serta menggandeng unsur Pentahelix. Ini merupakan acara yang tidak hanya mengangkat cultural value tapi juga akan menciptakan economic value sehingga akan membuatnya sustainable," kata dia. (mid/mid)