7 Penyebab Radang Usus Buntu

CNN Indonesia | Senin, 07/01/2019 20:09 WIB
7 Penyebab Radang Usus Buntu Ilustrasi usus buntu (Thinkstock/9nong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apendisitis atau usus buntu adalah salah satu penyakit umum yang menyerang anak-anak sampai dewasa. Namun umumnya 'serangan' penyakit ini biasanya terjadi di umur 10- 30 tahun.

Penyakit usus buntu sendiri sebenarnya tak berarti kalau usus Anda benar-benar buntu. Apendisitis atau penyakit usus buntu  adalah kondisi dimana usus buntu mengalami peradangan.

Ketika usus sudah meradang, maka operasi untuk mengangkat usus tersebut pun harus segera dilakukan. Jika tak segera dilakukan, usus buntu yang meradang akan pecah dan 'meracuni' organ-organ lain di perut. Tak cuma itu, bakteri penyebab radang juga akan menyebabkan luka di rongga perut.



Abses (luka yang muncul akibat infeksi bakteri) yang berisi nanah akan terbentuk di luar usus buntu yang meradang. Luka ini kemudian akan menutup dinding usus buntu dari bagian perut lainnya.

Ketika pecah, usus buntu yang terinfeksi menyebabkan peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut peritoneum).

Jika radang usus buntu tidak ditangani dengan cepat, usus buntu akan pecah. Hal tersebut tidak bisa diabaikan. 

"Ketika usus buntu pecah, tinja akan meresap ke dalam lapisan perut, dan anda akan merasa sangat kesakitan," kata ahli gastroenterologi di Rumah Sakit Umum Massachusetts Kyle Staller.

Ada beberapa hal yang menyebabkan penyakit radang usus buntu ini.

Hanya saja sampai saat ini, masih belum jelas penyebab pasti dari usus buntu tersebut.


1. Akumulasi feses: Mengutip berbagai sumber, usus buntu juga disebabkan oleh adanya obstruksi pada apendiks. Obstruksi ini sering disebabkan oleh adanya akumulasi feses.

2. Infeksi saluran cerna: Infeksi saluran cerna yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau cacing Enterobius vermicularis yang sudah menyebar ke apendiks akan menyebabkan masalah pada usus buntu, berupa penyumbatan atau infeksi.

3. Cedera atau trauma di perut juga bisa menjadi alasan terjadinya usus buntu.

4. Adanya benda asing yang masuk ke saluran cerna, khususnya usus.

5. Iritasi atau bisul di saluran pencernaan.

6. Penelitian pada 2013 yang dimuat dalam Enviromental Health Perspectives mengungkapkan bahwa polusi udara dan ozon juga dikaitkan dengan peningkatan risiko apendisitis.

7. Makanan juga dianggap berpengaruh pada terjadinya peradangan usus buntu. Beberapa makanan yang disinyalir menjadi biang kerok adalah makanan instan, gorengan, makanan yang dibakar langsung, makanan yang terlalu asin, dan makanan yang pedas.

(ims/chs)