Aziz, Impian Jadi Arsitek dan Bangun Hunian Ramah Difabel

CNN Indonesia | Minggu, 27/01/2019 17:45 WIB
Aziz, Impian Jadi Arsitek dan Bangun Hunian Ramah Difabel Aziz Hermawan, penyandang disabilitas paraplegi asal Lampung. (Foto: CNN Indonesia/Zai Bento)
Lampung, CNN Indonesia -- Penyandang difabel, Aziz Hermawan (21) memiliki cita-cita dan impian mulia untuk menjadi seorang arsitek profesional demi membangun panti sosial untuk tuna wisma dan penyandang difabel yang tidak berkesempatan mengenyam pendidikan formal.

Aziz yang menyandang disabilitas paraplegi (kelumpuhan total) sejak duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar ini ingin mewujudukan cita-citanya sebagai arsitek profesional.

"Cita-cita saya, ingin menjadi arsitek profesional, handal dan juga bermanfaat untuk semua orang. Harapannya, agar pemerintah bisa membantu kekurangan saya sebagai penyandang distabilitas agar kiranya mendapatkan akses sesuai dengan keahlian saya ini," ucapnya saat ditemui di kediamannya di Tulangbawang, Lampung, Rabu (23/1).


Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga kelas 2 SMA, Aziz divonis tak bisa berjalan karena menderita kelumpuhan total pada kakinya. Untuk beraktivitas, ia harus menggunakan kursi roda yang dibeli dari jerih payah sang ibu sebagai tukang jahit.

Keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang serba kekurangan justru tak menyurutkan semangatnya. Putra sulung dari pasangan M. Usman (alm) dan Karmiyati (40) ini berhasil merampungkan sekolahnya di Madrasah Aliyah (MA) Mathla'ul Anwar, Meraksa Aji, Tulangbawang, Lampung pada 2017 lalu.

Difabel Asal Lampung Ingin Jadi Arsitek Bangun Hunian Bagi SMaket hunian ramah difabel karya Aziz. (Foto: CNN Indonesia/Zai Bento)

Ia juga menyalurkan kemampuannya di waktu senggang dengan mendesain bangunan mulai dari rumah, gedung bertingkat berupa apartemen dan perkantoran, hingga membuat beragam miniatur dari olahan jari bak seorang arsitek profesional.

Pria berusia 21 tahun ini berkeras mengejar cita-citanya dan bisa melanjutkan studi hingga mengantongi gelar sarjana.

"Kalau impian saya menjadi arskitek ini tercapai, saya juga memiliki cita-cita ingin sekali membangun sebuah panti sosial untuk memberdayakan penyandang distabilitas yang tidak mengenyam bangku sekolah agar mereka juga bisa berkarya dan panti sosial ini juga untuk para tunawisma," ucapnya.

"Keinginan dan cita-cita saya lainnya, ingin membahagiaan ibu dan adik meskipun saya penyandang distabilitas paraplegi atau kelumpuhan dan inilah saya penyandang disabilitas yang ingin menggapai mimpi ingin menjadi seorang arsitek." (zai)