Sebuah Kota di Italia Jual Rumah dengan Harga Murah

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 12:40 WIB
Sebuah Kota di Italia Jual Rumah dengan Harga Murah Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak bisa dipungkiri Italia selalu menarik hati banyak wisatawan di seluruh dunia. Negara ini memiliki segala jenis eksotisme yang diidam-idamkan oleh banyak wisatawan, mulai dari budaya, pemandangan, kuliner, belanja, dan lainnya.

Namun bukan berarti Italia tidak memiliki permasalahan yang krusial, sebuah kota bernama Sambuca yang terdapat di kawasan pesisir sedang dihadapkan pada kasus depopulasi atau penurunan jumlah penduduk.

Hal ini disebabkan sebagian besar penduduknya memilih pindah ke kota yang lebih besar.


"Di kota ini sebuah rumah dengan harga 1 Euro (sekitar Rp16 ribu). Kami tidak akan menghalangi siapa pun yang ingin membeli rumah tersebut, siapa pun bisa mendapatkannya secara langsung," ujar perwakilan pemerintah kota Sambuca, Giuseppe Cacioppo, seperti yang dikutip dari CNN Travel, Kamis (17/1).

Namun harga yang murah ini bukan tanpa syarat dan ketentuan. Pembeli rumah baru harus merenovasi pilihannya dengan harga sekitar US$17.200 (sekitar Rp245 juta).

Selain itu pembeli juga harus mendepositkan uang sebesar Rp81 juta untuk jaminan saat merenovasi rumah itu. Biaya ini akan dikembalikan saat renovasi usai.

Cacioppo menambahkan pembeli tidak akan kecewa karena Sambuca adalah kota yang indah. Menurutnya Sambuca adalah serpihan surga karena tanahnya yang subur, lengkap dengan pemandangan alam yang tidak ada tandingannya. Bahkan Sambuca pernah menjadi nominator kota terindah di Italia tahun 2016

"Kota ini adalah sebuah paket wisata yang lengkap bagi siapa pun. Pantai, pegunungan, sejarah, dan ketenangan yang kerap menjadi buruan banyak orang," ujarnya.

Sambuca pertama kali ditemukan oleh bangsa Yunani kuno, namun bangsa arab kemudian 'menguasai' kota ini beberapa abad kemudian dan menjadikannya sebuah titik perdagangan karena lokasinya yang tidak jauh dari Sisilia.

Tak heran jika nuansa arab masih lekat di tempat ini. Bahkan gereja pun masih memiliki aroma arsitektur khas arab.

Seorang wara negara Jerman, Susanna Heinson, yang sudah membeli rumah di tempat ini menurutkan tidak sabar untuk menempati rumah barunya pada musim panas. (agr/ard)