Hindari Stres dengan Cara Praktis Merapikan Kamar

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 09:15 WIB
Hindari Stres dengan Cara Praktis Merapikan Kamar Ilustrasi kamar (davidlee770924/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ruangan yang berantakan bisa membuat pikiran ikut kacau balau. Stres pun disinyalir bisa muncul akibat ruangan yang tak rapi dan barang-barang yang seolah saling aduk.

Lizzie Grant, penulis blog Simplify Stuff, yakin bahwa membersihkan 'sampah' di rumah ampuh menenangkan seseorang dan lebih percaya diri.

Sejumlah studi juga telah membuktikan bahwa ruang yang berantakan lebih berpengaruh pada wanita daripada pria. Ruang yang berantakan dengan mudah membuat hormon kortisol atau hormon stres pada wanita meningkat.


Oleh karena itu, tak ada salahnya membuat ruangan lebih rapi. Anda bisa mengikuti beberapa tips praktis untuk merapikan ruang yang berantakan.

1. Visualisasi
Langkah awal untuk berbenah adalah dengan memvisualisasikan ruang atau rumah tanpa kekacauan. Anda bisa membayangkan betapa tenaga dan waktu akan lebih efisien untuk mencari barang-barang yang tersimpan pada tempatnya.

Mengutip Daily Mail, ambil foto sebagai bahan perbandingan dengan ruangan yang sudah rapi. Foto ini bisa Anda jadikan sebagai strategi untuk memotivasi diri agar tidak mengacak-acak apa yang telah dirapikan.

2. Solusi penyimpanan
Kotak atau kontainer penyimpanan diperlukan untuk membuat barang lebih mudah ditemukan. Namun, sebaiknya Anda mulai berbenah terlebih dahulu.

Setelah memutuskan barang mana yang akan disimpan dan di mana, Anda baru bisa memutuskan untuk mencari kontainer anyar. Namun, jangan lupa untuk memastikan kebutuhan ruang dan ukuran kotak.

3. Aturan empat ember
Sembari memisahkan jenis barang, siapkan empat 'ember'. Aturan 'empat ember' ini merujuk pada simpan, donasikan, buang, dan jual. Empat kategori ini akan membantu seseorang untuk fokus memilah barang.

4. Tepat tidur tanpa kekacauan
Stres tanpa sadar muncul karena tempat tidur yang dipenuhi barang-barang yang tak seharusnya ada di sana. Sebut saja kertas kerja, laptop, ponsel, bahkan baju-baju yang baru dipakai.

Kekacauan ini membuat orang stres dan sulit tidur dengan nyenyak. Bangun tidur dan melihat pemandangan tugas yang belum selesai tentu tak membuat orang bergairah. Cukup rapikan dan pastikan tempat tidur bersih dari barang-barang ini sehingga otak akan memberikan sinyal untuk tidur sesaat setelah merebahkan badan.

5. Daur ulang atau berdayakan untuk kebutuhan lain
Coba untuk benar-benar mengeliminasi barang yang tidak dibutuhkan di rumah. Banyak barang bisa didaur ulang atau digunakan kembali dengan tujuan berbeda.

Jika memungkinkan, Anda bisa menjadikan handuk bekas sebagai keset. Pakaian yang sudah tak pernah dipakai juga bisa disumbangkan pada saudara atau badan amal.

6. Tiap barang punya 'rumahnya'
Saat proses berbenah, ingatkan diri bahwa segala sesuatu memerlukan rumah. Jika suatu barang tak memiliki rumah yang spesifik saat tak sedang digunakan, maka barang itu adalah 'sampah' atau sumber kekacauan.

Jangan pernah juga meletakkan barang di atas lantai. Barang memiliki wadahnya sendiri. Pastikan peletakan barang tak menyulitkan Anda saat berbenah. (els/asr)