Pemerintah Tutup, Taman Nasional AS Jadi Pusat Limbah

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 15:14 WIB
Pemerintah Tutup, Taman Nasional AS Jadi Pusat Limbah Pintu gerbang Taman Nasional Joshua Tree yang masih dikunci karena penutupan pemerintahan Amerika Serikat. (Mario Tama/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tutupnya pemerintahan Amerika Serikat (government shutdown) membuat banyak pihak panik, karena kebijakan tersebut membawa dampak negatif terhadap berbagai sektor mulai dari keamanan bandara, pengawasan pangan, hingga pariwisata.

Government shutdown ini bahkan diprediksi mempengaruhi masa depan taman nasional di Amerika Serikat. Penumpukan sampah dan limbah di toilet karena tidak adanya pegawai taman nasional dan penjaga (ranger), adalah salah satu ancaman.

Mengutip The Daily Beast pada Rabu (23/1), para ranger sangat menyayangkan jika mimpi buruk itu benar terwujud, karena keberlangsungan taman nasional adalah salah satu cita-cita para pendiri bangsa Amerika Serikat.


Seorang ranger taman nasional di Amerika Serikat mengatakan dirinya dirinya merasa depresi setelah pemerintahan tutup.

Baginya pekerjaan menjadi petugas taman nasional adalah mimpinya sejak kecil, karena ia memiliki ketertarikan yang sangat besar di sana.

Tak hanya ranger taman nasional, para sejarawan di taman nasional pun merasakan hal yang sama.

Mereka berharap perseteruan para politisi tidak berlarut-larut, sehingga memengaruhi kinerja para abdi negara yang sungguh-sungguh bekerja melayani warga.

[Gambas:Instagram]

Selain menjadi lokasi wisata alam, salah satu fungsi taman nasional di Amerika Serikat adalah menjadi tempat untuk belajar sejarah.

Contohnya adalah di Seneca Falls, Stonewall Inn, atau Pettus Bridge. Ketiga tempat itu kerap menjadi lokasi belajar tentang hak asasi dalam perjalanan bangsa Amerika Serikat.

Sementara itu di kota Washington, ada Mall Monuments, Pearl Harbour, dan Pulau Alcatraz yang menjadi tempat belajar sejarah kemenangan bangsa Amerika Serikat.

Mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah di taman nasional jelas lebih menyenangkan ketimbang hanya belajar di perpustakaan atau ruangan kelas.

Tak hanya belajar sejarah, para pengunjung pun bisa menikmati suguhan alam yang sangat menawan. (agr/ard)