Wapres Minta Harga Tiket TN Komodo Dikaji Ulang

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 11:10 WIB
Wapres Minta Harga Tiket TN Komodo Dikaji Ulang Satwa Komodo di Taman Nasional Komodo. (Foto: Nico Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut rencana penutupan Taman Nasional Komodo oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk setahun ke depan, harus diimbangi dengan perhatian terhadap kecukupan makan komodo.

Ia juga meminta pihak terkait untuk mengkaji ulang harga tiket masuk yang dinilai terlalu murah.

"Itu [Taman Nasional Komodo] ditutup untuk mengembangbiakkan rusa. Tapi jangan lupa dikunjungi atau tidak dikunjungi kan [komodo] tetap perlu makan," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (22/1).


Pemprov NTT sebelumnya berencana menutup Taman Nasional Komodo untuk meningkatkan populasi komodo lantaran jumlah rusa sebagai makanan utama mulai berkurang.

Menurut JK, yang merupakan mantan duta komodo ini, proses pengembangbiakkan dapat dilakukan di wilayah lain yang tidak menjadi satu dengan komodo.

"Ya bisa dikembangbiakkan ke tempat lain dulu, baru dibawa ke situ [Taman Nasional Komodo]," katanya.

Sementara terkait rencana kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo, JK menilai, masih dalam batas wajar. Ia mengatakan, mekanisme pengaturan harga tiket berada di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kalau kita melihatnya secara wajar, memang terlalu murah sekarang. Tapi nanti dirundingkan lagi," ucap JK.

JK menuturkan perlu ada penyesuaian harga tiket antara wisatawan domestik dengan mancanegara. Sejumlah tempat wisata di luar negeri, kata dia, umumnya memiliki perbedaan harga tiket bagi wisatawan mancanegara.

"Bisa dibedakan seperti domestik, anak sekolah, dan turis asing. Kemarin saya lihat di Kamboja [tempat wisatanya] itu orang bayar masuk US$ 50," tuturnya.

Pemprov NTT sebelumnya berencana menaikkan harga tiket masuk ke Pulau Komodo di Labuan Bajo, NTT. Harga tiket yang dimaksud adalah US$ 500 untuk turis mancanegara, dan US$ 100 untuk wisatawan domestik. (arh/agr)