Jadi Label Terpopuler, Gucci Justru Kena Masalah Rasial

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 15:02 WIB
Jadi Label Terpopuler, Gucci Justru Kena Masalah Rasial ilustrasi Gucci (REUTERS/Aly Song)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gucci boleh saja menyandang gelar label fesyen terpopuler di dunia, namun ini berarti kalau mereka melenggang mulus di dunia mode.

Setelah 'penobatannya' Gucci justru tersandung masalah. Sweter terbaru keluaran rumah mode asal Italia itu diprotes warganet karena dianggap rasial.

Sweater yang dianggap rasial ini merupakan sweater turtle neck dari seri wol balaclava. Setelah diprotes, Gucci pun memutuskan untuk menarik sweter itu dari pasaran.



Sweter berbahan wol keluaran Gucci ini sekilas tampak seperti baju dingin kebanyakan. Sweter berwarna hitam itu memiliki model pas di badan dengan leher tinggi bergaya turtle neck. 

Hanya saja, leher turtle neck itu sampai menutupi setengah area wajah. Namun ada celah terbuka (cut out) di bagian mulut. Di sekitar mulut diberi sentuhan warna merah sebagai pembeda.

Seperti diberitakan CNN, bagian inilah yang banyak dianggap sebagai rasial lantaran menyerupai wajah orang kulit hitam atau 'wajah hitam', isu yang sedang sensitif di dunia barat seperti di Amerika Serikat.

Tak cuma itu mereka juga menyatakan permintaan maaf secara resmi.

"Gucci meminta maaf atas kesalahan yang disebabkan oleh sweater wol balaclava. Kami dapat mengonfirmasi bahwa produk itu sudah ditarik dari semua toko fisik dan toko online kami," pernyataan resmi dari Gucci, seperti yang diunggah di akun Twitter resminya.

Dalam permintaan maafnya, Gucci juga menyatakan akan menghormati segala bentuk perbedaan.


"Kami menganggap keanekaragaman sebagai nilai mendasar yang harus ditegakkan sepenuhnya, dihormati, dan menjadi landasan setiap keputusan yang kami buat. Kami berkomitmen untuk meningkatkan keanekaragaman di organisasi kami dan membuat insiden ini menjadi pelajaran bagi tim Gucci," kata Gucci.



Dikutip dari Washington Post, sweter wol balaclava ini merupakan bagian dari koleksi Fall/Winter 2018. Sweter ini terispirasi dari topeng ski vintage. Sweter ini dihargai US$890 atau sekitar Rp12,4 juta.

(ptj/chs)