Pesona Kalimantan Lewat Fesyen di Indonesia Fashion Week 2019

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 04:43 WIB
Pesona Kalimantan Lewat Fesyen di Indonesia Fashion Week 2019 Pesona Kalimantan yang memikat menjadi salah satu inspirasi APPMI untuk Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 mendatang. (CNN indonesia/Dwiarti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesona Kalimantan yang memikat menjadi salah satu inspirasi Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 mendatang.

IFW akan diselenggarakan pada 27-31 Maret 2019 mendatang.

Tahun ini adalah kali ke-delapan IFW diadakan oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dengan mengusung tema "cultural values"yakni mengangkat warisan budaya nasional. Beda dengan tahun sebelumnya yang mengangkat budaya tanah Toba, kali ini giliran tanah Borneo (Kalimantan) yang menjadi sorotan utama.



"Selama ini belum banyak yang mengangkat Kalimantan. Padahal mereka terdiri dari banyak etnis seperti Melayu, Dayak, Banjar, Kutai dan Dayak Paser yang memiliki corak dan warna yang unik," ujar Presiden APPMI Poppy Dharsono, Rabu, (23/1).

Pagelaran yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) ini akan diikuti oleh sekitar 200 desainer seperti Ivan Gunawan, Naniek Rahmat, Jenny Tjahyawati, sampai Poppy Dharsono.

Mereka akan menghadirkan berbagai koleksi yang bekerjasama dengan para pengrajin di Kalimantan.

Tak cuma soal fesyennya, 'wujud' Borneo (Kalimantan) akan diwujudkan lewat desain tempat penyelenggaraan IFW 2019, hingga busana para model.


Mereka mengklaim akan ada ilustrasi perisai, flora, fauna yang merupakan ciri khas Kalimantan yang digunakan desainer sebagai sumber inspirasi rancangannya.

Tingkatkan Pendapatan Daerah

Presiden APPMI Poppy Dharsono mengatakan bahwa pengangkatan tema tersebut adalah untuk mengembangkan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia untuk memberi sumbangsih kepada perekonomian global melalui fesyen. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Hari Wibowo.

"Ketika IFW 2018 berlangsung, peningkatan pengunjung menjadi signifikan hingga lebih dari 120 ribu orang. Hal ini berdampak pada pendapatan daerah yang juga mencapai angka lima triliun. Pendapatan ini diraih dari hotel, restoran, hingga tempat wisata," jelas Hari.

Di tahun ini, IFW tak cuma didukung oleh kegiatan Myanmar yang kagum akan konsep tradisional namun tetap modern yang menjadikannya unik dalam pagelaran fesyennya. Selain Myanmar, tahun ini IFW juga bekerja sama dengan Uzbekistan, Peru, hingga Inggris. (fau/chs)