New York Fashion Week 2019

Pierre Davis, Desainer Transgender Pertama di NYFW

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 19:31 WIB
Pierre Davis, Desainer Transgender Pertama di NYFW Seorang model memamerkan koleksi No Sesso (Johannes EISELE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pierre Davis, desainer transgender menorehkan sejarah dengan debut pertamanya di ajang New York Fashion Week (NYFW) 2019. 

Ini juga menjadi sebuah titik pencapaian di mana dia menjadi desainer transgender pertama yang tampil di gelaran fesyen dunia ini.

Lewat label No Sesso, ia memamerkan koleksi musim gugur-musim dingin 2019 pada Selasa (5/2) di Pier 59 Studio, Chelsea. Ia jadi desainer transgender pertama yang masuk dalam kalender resmi NYFW. 



"Ini jadi mimpi saya untuk tampil di New York Fashion Week. Dan begitu banyak teman dari Los Angeles yang datang dan jadi bagian dari pertunjukan ini," ujar Davis dikutip dari Vogue (5/2). 

Sebagai seorang transgender berkulit gelap, Davis paham seberapa penting presentasi ini. Dalam bahasa Italia, 'No Sesso' berarti tanpa gender. Label dibangun dengan ide inklusivitas yang merangkul semua indentitas gender, ukuran dan ras.

Untuk tampil di NYFW, ia mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari 'pebisnis wanita masa depan yang bangga'. Davis memamerkan busana mulai dari suit yang tegas, tas kerja, hingga pakaian olahraga. 

Dilaporkan The Independent, pertunjukan melibatkan model-model dari berbagai latar belakang termasuk gitaris Steve Lacy, penyanyi Boychild dan penulis Marz Lovejoy.

Bulan lalu, Council of Fashion Designers of America (CFDA) begitu mendukung keberagaman. Mereka mengumumkan bahwa No Sesso bakal menorehkan sejarah baru di ajang NYFW.  

"(Saya berharap) label bakal menginspirasi orang untuk lebih berpikir tentang komunitas dan menyadari bahwa segala sesuatu tak melulu soal estetik dan menjual. Ini juga tentang kemanusiaan," kata dia dikutip dari The Independent (6/2). 

Buat NYFW, No Sesso bisa disebut pendatang baru. Namun sebelumnya, nama Davis sudah lebih dulu naik daun. Desainer asal California ini 'memercikkan' kesan luar biasa saat pertunjukkannya di The Getty, Los Angeles pada Agustus lalu. 

Para model mengarungi genangan air di taman museum sebagai panggung. Mereka mengenakan busana denim dekonstruksi dipadukan dengan bahan tule. 

"Penting bahwa semua orang dari segala identitas diberi kesempatan untuk bertarung lepas dari identitas mereka," imbuhnya. 

Serba-serbi NYFW

Setelah No Sesso tampil, beberapa desainer lain termasuk desainer Tom Ford membuka gelaran New York Fashion Week (NYFW) 2019 pada Rabu (6/2). Bisa dibilang desainer berdarah Belgia ini mengeluarkan koleksi yang cukup 'terkontrol' seperti pada musim lalu. 


Melansir dari Free Malaysia Today, Ford seolah kembali ke arsip koleksi musim gugur-dingin pada 1996 untuk Gucci. Muse pertunjukan, Gigi Hadid mampu menghadirkan atmosfer masa lalu tersebut lewat setelan celana merah. 

Untuk material, Ford cukup kreatif untuk keluar dari bahan-bahan seperti sutera dan beludru. Untuk look busana pria, ia menggunakan bahan kulit dan mantel bulu. Kemungkinan ini adalah bulu hewan palsu, sesuai janjinya tahun lalu untuk tidak menggunakan bulu hewan asli. 

NYFW merupakan langkah pertama dari 'Fashion Month' disusul London, Milan dan Paris selama Februari hingga awal Maret mendatang. Para desainer berkesempatan untuk memamerkan koleksi musim gugur-musim dinginnya. 

Gelaran ini diadakan dua kali dalam setahun yakni pada Februari dan September. Tahun ini gelaran dimulai pada 4 Februari dan akan berakhir pada 13 Februari 2019. 

Selain Tom Ford, gelaran sekelas NYFW bakal menghadirkan desainer papan atas seperti, Oscar de la Renta, Marc Jacobs dan Ralph Lauren. 

Di samping itu, kejutan-kejutan tampaknya bakal mewarnai gelaran ini. Ada Christian Cowan, 'aktor intelektual' di balik desain cober album Invasion of Privacy milik Cardi B. Kemudian Kim Shui, desainer busana wanita kontemporer yang berbasis di New York serta Christopher John Rogers yang pernah bekerja untuk Diane von Furstenberg sebagai asisten desainer. 

Ajang ini pun jadi debut desainer transgender pertama di NYFW, Pierre Davis. NBC melaporkan, lewat label No Sesso, ia memamerkan koleksi yang bold plus siluet tegas pada Selasa (5/2). Debutnya jadi langkah besar terkait inklusifitas di dunia fesyen. 

Akan tetapi penikmat fashion harus ikhlas bahwa Calvin Klein tak akan tampil tahun ini. Label mengumumkan bahwa mereka tak akan berpartisipasi karena kepergian sang direktur kreatif, Raf Simons. (els/chs)