Adopsi Pohon Zaitun Selamatkan Desa Hampir Punah di Spanyol

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 15:04 WIB
Adopsi Pohon Zaitun Selamatkan Desa Hampir Punah di Spanyol Minyak zaitun. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Mereka berusia lebih dari 500 tahun," kata Sira Plana dengan nada bangga sembari menunjukkan pohon buah zaitunnya yang tumbuh di kawasan Oliete, Spanyol.

Dengan iuran tahunan seharga 50 euro (sekitar Rp792 ribu), sebanyak 2.500 donatur mendapat foto dari pohon buah zaitun yang mereka adopsi dan minyak zaitun sebanyak dua liter pertahunnya.

Para donatur juga dibebaskan memberikan nama untuk pohon zaitunnya.


Adopsi pohon zaitun ini menjadi langkah untuk menggerakkan perekonomian lokal di kawasan Oliete.

"Kami melakukan kegiatan ini agar semakin banyak orang yang terlibat secara emosial dalam proyek penanaman pohon zaitun dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat," kata Plana, salah satu pendiri dari kegiatan Adopsi Pohon Zaitun (Adopt an Olive Tree).

Spanyol adalah produsen minyak zaitun terbesar di dunia, dan Plana mengatakan kalau sebagian besar donaturnya ingin melestarikan tradisi menanam pohon zaitun.

Seperti Plana, yang memulai kegiatan ini karena teringat dengan sosok sang kakek yang dulunya seorang dokter hewan di Oliete, desa yang saat ini hanya dihuni 364 orang, turun dari sekitar 2.500 orang sejak seabad yang lalu.

Lebih dari sekadar pohon

"Ini lebih dari sekadar pohon," kata Esther Lopez, seorang akuntan berusia 41 tahun, yang tinggal di dekat Madrid dan mulai mengadopsi pohon tiga tahun lalu.

"Dengan 50 euro saya dan 50 euro lainnya, kami bisa membangun kembali desa yang hampir terlupakan ini."

Penduduk mulai pindah dari Oliete sejak perang saudara Spanyol pecah selama 1936-1939 demi mencari pekerjaan di pabrik-pabrik yang berada di kota-kota besar.

Saat ini hanya dua orang per kilometer persegi di Oliete, jumlah populasi yang hampir sama dengan Siberia.

Di Teruel, provinsi dimana Oliete berada, bahkan lebih sekarat. Di sana hanya ada 9,1 jiwa per kilometer per segi, padahal rata-rata jumlah populasi di provinsi lainnya sebanyak 9,2 jiwa per kilometer persegi.

Sekitar 3.900 kota yang dihuni kurang dari 500 jiwa terancam punah, menurut laporan dari Economic and Social Council of Spain, sebuah badan yang memberi nasihat kepada pemerintah tentang masalah ekonomi dan perburuhan.

Delapan lapangan pekerjaan permanen-enam di antaranya berupa industri pekebunan, telah tercipta di Oliete berkat kegiatan Adopt an Olive Tree.

Kondisi ini mencegah ditutupnya sekolah-sekolah di Oliete.

Kegiatan serupa juga berlangsung di desa-desa lain di Spanyol yang terancam mati.

Seperti Sarrion, provinsi yang kini hidup kembali dengan kepopuleran truffle.

Juga di Soria, sebuah LSM telah mendirikan proyek pertanian organik yang mempekerjakan orang dalam kesulitan, lalu di wilayah barat Extremadura yang menggelar kegiatan adopsi pohon ceri.

Akan bertahan

"Jika ada pekerjaan, saya bisa tinggal di sini selamanya," kata pendatang baru, Cesar Tarradas (36), yang ditemui saat sedang bekerja di kebun pohon zaitun.

Tarradas pindah ke Oliete pada beberapa bulan yang lalu bersama ayahnya, saudara perempuannya dan keempat anaknya.

"Saya ingin membeli rumah dan membuat sesuatu dalam hidup saya," tambah Tarradas, yang keluarganya memutuskan untuk meninggalkan Barcelona karena kenaikan sewa di kota terbesar kedua Spanyol itu.

Dengan kedatangan anak-anak, sekolah kecil Oliete "akan tetap hidup selama 10 tahun lagi", kata salah satu guru, Ana Lomba.

"Memiliki sekolah adalah yang memberi kekuatan, memelihara nyala api desa, karena sebuah desa tanpa sekolah ditakdirkan untuk menghilang," tambah Lomba.

Saat ini dia memiliki enam murid, lebih dua dari jumlah minimum yang disahkan pemerintah provinsi Aragon.

Lorong sekolah dihiasi dengan gambar dan petuah bertema zaitun, seperti "Tegar seperti Pohon Zaitun" dan "Minyak zaitun menyembuhkan semua hal".

"Pohon-pohon zaitun ini telah memberikan banyak hal kepada generasi-generasi sebelumnya," kata Plana, yang berhenti dari pekerjaan di industri kosmetik untuk pindah ke Oliete dan meluncurkan proyek adopsi pohon zaitun.

"Mereka tumbuh agar buahnya bermanfaat bagi manusia, mulai dari makanan sampai penerangan," katanya.

Komisaris tinggi Spanyol untuk memerangi depopulasi, Isaura Leal, mengatakan kepada AFP bahwa Oliete adalah bukti bahwa "generasi muda mulai melihat peluang" dalam hidup di pedesaan.

(ard)