Demi Foto Instagramable, Warga Hong Kong Terpaksa Mengalah

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 16:43 WIB
Demi Foto Instagramable, Warga Hong Kong Terpaksa Mengalah Para turis antre untuk berfoto di spot Instagramable di Hong Kong. (Isaac LAWRENCE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hong Kong menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi turis yang gemar berfoto. Namun kerumunan turis di sana kini seakan menguji kesabaran para penduduk lokalnya.

Tony Hui mengenang saat penduduk lansia selalu bermain kartu di halaman di tengah blok perumahan yang padat, lokasi tempat usahanya berdiri.

Bangunan-bangunan di Quarry Bay Hong Kong adalah salah satu kompleks hunian paling terkenal di kota ini.


Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, kerumunan turis yang datang setiap hari membuat para penduduk lansia kongko di tempat lain.

"Mereka seakan memberi ruang bagi para turis agar lebih leluasa mengambil foto," kata.

Bangunan-bangunan di Quarry Bay Hong Kong memang telah lama diminati oleh fotografer jalanan dan pecinta arsitektur. Namun kepopulerannya semakin melesat setelah komplek pemukiman ini dijadikan lokasi syuting salah satu adegan dalam film "Transformers" dan "Ghost in the Shell".

Sebagian besar warga yang tinggal di sini merasa terganggu dengan jepretan kamera yang datang. Bahkan papan tanda larangan memotret terlihat di sejumlah sudut.

Sebuah kafe mahal bahkan telah beroperasi di sini. Dekorasinya yang serba bercahaya terlihat sangat kontras dengan pemukiman berwarna kusam di sekitarnya.

Bukan cuma di tengah pemukiman penduduk. Spot mural karya seniman grafiti lokal Alex Croft juga membuat lalu lintas di kawasan tersebut tersendat, akibat banyaknya turis yang mengantre untuk berfoto.

Spot foto tersebut terbilang curam, namun para turis seakan tak peduli dengan keselamatannya.

Sebagian besar turis yang datang berasal dari China, Korea Selatan dan Taiwan. Serbuan tersebut belum termasuk yang berasal dari negara-negara benua Amerika atau Eropa dan Asia lainnya, termasuk Indonesia.

[Gambas:Instagram]

Park Tae dan Hwang Seung Min dari Korea Selatan mengaku tak menyangka kalau lokasi-lokasi Instagramable di Hong Kong sangat ramai oleh pengunjung.

"Saya terkejut karena saya tidak menyangka ada banyak orang yang datang untuk berfoto," kata Park.

Serbuan turis tentu saja membawa berkah bagi restoran dan kafe di sekitarnya.

Tapi Toby Cooper, pemilik pub populer bernama The Globe yang berada tepat di seberang mural, mengatakan banyaknya orang yang berkeliaran di jalan juga berimbas pada masalah keamanan.

"Kami sering melihat orang yang terserempet mobil saat berfoto di depan mural itu," katanya.

"Sejauh yang saya ketahui, belum ada pelanggan saya yang sampai tertabrak mobil."

Estetika perkotaan Hong Kong yang unik-terutama di kawasan pemukiman umum, terbukti sangat populer dan menjadi obsesi di kalangan pengguna media sosial.

Para pengritik mengatakan, keramaian turis terasa ironis dengan kondisi kemiskinan dan mahalnya biaya sewa hunian di Hong Kong.

Di seberang pelabuhan, ada lapangan basket yang milik sebuah perumahan di distrik Choi Hung yang memiliki ikon pelangi berwarna. Choi Hung berarti pelangi dalam bahasa Kanton.

Di sinilah boy band Korea Seventeen merekam video musik mereka dan sekarang lapangan basket ini menjadi bahan promosi wisata oleh pemerintah Hong Kong.

Salah satu penduduk lokal yang juga master kung fu, Chow Keung (72) cukup optimis melihat keramaian turis yang datang ke kawasan pemukimannya.

"Banyak orang bertanya kepada saya bagaimana menuju ke sini dan saya memberi mereka petunjuk, saya tidak keberatan ... tetapi saya meminta turis untuk tidak meninggalkan sampah mereka," katanya.

Seorang kakek yang bermarga Liu ingat pada masa lalu ketika anak-anak bebas mengendarai skuter dan bermain basket di lapangan.

Kini mereka harus berhadapan dengan sekelompok fotografer saat bermain.

Seorang remaja berusia 14 tahun yang memberikan namanya sebagai Yik, mengatakan dia sekarang khawatir saat dengan bermain basket.

"Saya pernah secara tidak sengaja merusak telepon genggam seseorang saat bola basket yang saya lempar jatuh ke arahnya."

(ard)