Jokowi Kirim JK Pimpin Rapat Pengembangan 'Bali Baru'

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 15:24 WIB
Jokowi Kirim JK Pimpin Rapat Pengembangan 'Bali Baru' Ilustrasi. Suasana pagi hari di Candi Borobudur. (CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat koordinasi upaya pengembangan empat destinasi wisata yang diproyeksikan sebagai 'Bali Baru' demi menggaet lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya usai menghadiri rapat koordinasi mengatakan, pembentukan Badan Koordinasi Kepariwisataan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo terkait empat daerah wisata super prioritas untuk dikembangkan.

"Pak Presiden menetapkan empat super prioritas, yaitu nomor satu Danau Toba, (Candi) Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo-Pulau Komodo. Jadi ini namanya Badan Koordinasi Kepariwisataan, ketuanya Pak Wapres (JK), bahkan tadi Pak Wapres minta agar diadakan (rapat) bulanan," kata Arief di Kantor Wakil Presiden Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (13/2).


Rapat koordinasi kepariwisataan tersebut bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, khususnya mancanegara, sehingga dapat mendongkrak devisa negara.

Arief mengatakan sektor pariwisata sudah menjadi penghasil devisa negara terbesar, karena pada 2018 proyeksi perolehan devisa mencapai US$17 miliar, meningkat dari tahun 2017 yang mencapai US$15 miliar.

Sementara itu, pada tahun ini pemerintah memiliki target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta kunjungan, dengan harapan devisa yang tercapai mencapai US$20 miliar.

"Kalau itu (bisa) terjadi, hampir bisa dipastikan pariwisata sudah jadi penghasil devisa terbesar," ucapnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

(ard)