Mengenal Kanker Darah: Myeloma

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 19:19 WIB
Mengenal Kanker Darah: Myeloma ilustrasi (Istockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ani Yudhoyono divonis menderita kanker darah. Saat ini dia menjalani perawatan di Singapura.

Ani pun ditemani oleh suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun kanker darah sebenarnya terbagi dalam tiga tipe umum, yaitu leukemia, limfoma, dan myeloma.



Myeloma dikenal juga sebagai multiple myeloma. Kanker ini menyerang sel plasma darah.

Di dalam darah, sel plasma tersebut menghasilkan antibodi (atau immunoglobulin) yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman, bakteri, dan virus yang menyerang tubuh.

Biasanya penyakit ini dialami oleh kalangan lanjut usia diatas 65 tahun. Akan tetapi dikutip dari myelomaUk  telah ada diagnosis penyakit ini juga bisa menimpa kalangan yang berumur 20 tahun.

Tidak seperti kanker pada umumnya, myeloma tidak memiliki gejala seperti benjolan atau tumor. Sebagian besar masalah medis yang menyebabkan myeloma adalah adanya penumpukan sel plasma abnormal yang yang terletak di sumsum tulang dan adanya paraprotein dalam tubuh.

Myeloma mempengaruhi sumsum tulang yang biasanya aktif pada orang dewasa. Seperti di tulang belakang, tengkorak, panggul, tulang rusuk, tulang lengan dan kaki dan daerah di sekitar bahu dan pinggul.

Karena myeloma ini memengaruhi system imum, penyakit ini bisa menyebabkan gejala dalam tubuh seperti rendahnya jumlah sel darah, gangguan tulang dan kalsium, infeksi, dan gangguan ginjal.

Gejala lainnya juga seperti anemia, kerusakan ginjal, hyperkalsemia (kebanyakan kalsium), kerusakan saraf, timbul luka di kulit, dan lainnya.


Seseorang yang mengalami multiple myeloma akan memproduksi sel plasma dengan cepat. Sel-sel kanker bisa melampaui jumlah sel darah normal di dalam sumsum tulang belakang yang mengakibatkan kekurangan sel darah.

Akibatnya, hal ini akan menyebabkan anemia dan kekurangan trombosit (keping darah). Kekurangan jumlah keping darah ini berarti akan meningkatkan risiko pendarahan dan memar.

Mengutip dari mayoclinic, sampai saat ini para ilmuwan masih belum mengetahui penyebab pasti penyakit ini. Mereka menduga bahwa perubahan dalam DNA bisa membuat sel plasma berubah menjadi kanker. Selain itu bahan kimia beracun seperti knalpot mesin bisa juga menjadi penyebabnya.

Terkait DNA, setidaknya 3-5 persen kanker darah myeloma terjadi pada seseorang yang anggota keluarganya juga mengidap Monoclonal Gammopathy of Undetermined Significance (MGUS) atau myeloma sebelumnya. Namun ini tak 100 persen pasti terjadi.

Hingga saat ini myeloma merupakan kanker yang tidak dapat disembuhkan. Meski bisa diobati, salah satu tipe kanker darah ini akan kambuh, artinya sewaktu-waktu dapat terasa kembali dan diperlukan perawatan tambahan.  

Jesys Berdeja, direktur Multiple Myeloma Research di Sarah Cannon Research Institute, data dari Pertemuan Tahunan American Society of Hematology (ASH) 2018 dan konferensi terbaru lainnya,  pengobatan yang terbaik untuk penyakit ini adalah dengan penggabungan antibody monoklonal seperti daratumumab (Darzalex) yang telah terbukti meningkatkan keberhasilan rejimen dengan sedikit tambahan toksisitas. 

Pengobatan

Tak cuma kemoterapi, terapi lain juga bisa dilakukan untuk membantu meringankan penyakit ini.

Terapi target dilakukan dengan konsumsi obat untuk bertahan hidup. Bortezomib (Velcade), carfilzomib (Kyprolis) dan ixazomib (Ninlaro) adalah obat yang ditargetkan untuk memblokir aksi suatu zat dalam sel myeloma yang memecah protein.

Tindakan ini menyebabkan sel-sel myeloma mati. Obat terapi yang ditargetkan dapat diberikan melalui vena di lengan Anda atau dalam bentuk pil.


Perawatan terapi bertarget lain termasuk obat antibodi monoklonal yang mengikat protein spesifik yang ada pada sel myeloma, menyebabkan mereka mati.

Selain itu, terapi biologis, kemoterapi, kartikosteroid, transplantasi sumsum tulang, dan terapi radiasi menggunakan sinar X juga dilakukan untuk mengobati dan menurunkan risiko myeloma.

[Gambas:Video CNN] (ims/chs)