WHO: Waspada Hadapi Wabah Flu Mematikan

REUTERS, CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 14:23 WIB
WHO: Waspada Hadapi Wabah Flu Mematikan Ilustrasi. (Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan dunia akan kembali menghadapi wabah penyakit flu. Alih-alih menganggap remeh, WHO memperingatkan agar seluruh dunia waspada dan bersiap menghadapi wabah flu yang dapat berdampak serius.

Dari data WHO, wabah flu terakhir yang menyerang dunia terjadi pada tahun 2009-2010 yang disebabkan oleh virus H1N1.

Studi pandemi menemukan setidaknya satu dari lima orang di seluruh dunia terinfeksi pada tahun pertama dengan tingkat kematian mencapai 0,02 persen.


"Ancaman pandemi influenza selalu ada. Kita harus waspada dan siap, biaya wabah influenza akan jauh lebih besar daripada mencegahnya," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesusd dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters pada Selasa (12/3).

Para pakar kesehatan global dan WHO menyebutkan wabah flu yang datang pada tahun ini membawa ancaman yang mematikan.

Virus flu ini dapat berasal dari hewan, menular ke manusia, bermutasi, dan menginfeksi ratusan ribu orang.

Data WHO menunjukkan, virus flu dapat berlipat ganda dan terus berubah.

Setiap tahunnya virus flu dapat menginfeksi 1 miliar orang di seluruh dunia.

Sekitar 3 hingga 5 juta diantaranya merupakan kasus parah yang menyebabkan 290 ribu hingga 650 ribu kematian.

Beberapa kasus flu dapat dicegah dengan vaksin.

WHO merekomendasikan agar setiap orang mendapatkan vaksinasi tahunan, terutama orang yang rentan seperti orang tua, anak-anak, dan orang sakit.

WHO menyatakan mereka sudah memiliki rencana komprehensif, mencakup langkah-langkah untuk melindungi sebanyak orang dari wabah flu.

WHO memiliki dua fokus utama yakni meningkatkan pengawasan dan tanggapan di seluruh dunia dengan mendesak semua negara untuk mengembangkan rencana menghadapi flu nasional.

Semua negara diminta untuk memiliki alat medis yang baik untuk mencegah, mendeteksi, mengendalikan dan mengobati flu, seperti vaksin yang lebih efektif dan obat antivirus.

[Gambas:Instagram]

(ptj/ard)