Kemeriahan Taman Baca di Kolong 'Flyover' Ciputat

AFP, CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 16:13 WIB
Kemeriahan Taman Baca di Kolong 'Flyover' Ciputat Suasana Taman Baca Masyarakat Kolong di Ciputat, Banten. (ADEK BERRY / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nyanyian dan tawa terdengar di antara deru kendaraan bermotor yang melintas di jalan layang Jakarta siang itu.

Keramaian itu berasal dari bangunan kecil yang dijadikan perpustakaan sederhana.

Jika biasanya perpustakaan memiliki aturan dilarang berisik, maka tidak dengan perpustakaan yang berada di bawah dua jembatan layang yang sibuk.


Taman Baca Masyarakat Kolong ramai dikunjungi warga sekitar setiap harinya, terutama anak kecil sepulang sekolah.

"Kami ingin membawa buku lebih dekat dengan warga sekitar kawasan ini," kata koordinator perpustakaan, Devina Febrianti.

Beberapa tahun yang lalu, jalan layang yang berada di Ciputat ini dipenuhi oleh sampah dan menjadi tempat kongko preman, kata Devina.

Setelah dibangun perpustakaan sederhana dengan hiasan seadanya, aura kriminal dari kawasan tersebut mulai berubah.

Sejumlah seniman melukis mural di dindingnya. Ruang bacanya berupa alas duduk seadanya ditambah rak yang memajang lusinan buku beragam judul.

Perpustakaan ini beroperasi sejak tahun 2016.

"Di awal tidak semua orang mendukung keberadaan perpustakaan ini, karena area ini telah ditempati banyak orang," ujar Devina.

"Kami meminta izin terlebih dahulu dengan preman dan supir angkot yang sering ngetem di sini," lanjutnya.

Bau dan Berisik

Preman dan supir angkot akhirnya merestui keberadaan perpustakaan itu.

Hingga saat ini, setiap harinya perpustakaan didatangi oleh 70 anak kecil sepulang sekolah.

Selain membaca mereka juga bisa mengerjakan pekerjaan rumahnya di sini atau mengikuti kegiatan menyanyi dan menari.

Rak bukunya dipenuhi beragam judul buku, bahkan ada buku mengenai Akuntasi dan Marketing.

Suasana Taman Baca Masyarakat Kolong yang berada di bawah jalan layang Ciputat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Emilia Clara (11) mengatakan kalau dirinya senang datang ke sini karena bisa membaca buku dongeng bersama kawannya.

"Sangat menyenangkan dan seru," kata Emilia.

Awalnya banyak orangtua yang takut anaknya tertabrak kendaraan atau diculik saat berada di sini.

Namun kini kekhawatiran itu sirna.

Salah satu orangtua, Salmih Usia, mengaku senang anaknya bisa beraktivitas di sini.

"Ini tempat yang baik untuk belajar, berkreasi dan bermain," kata ibu dua orang anak itu.

Taman Bacaan telah hadir di Indonesia sejak lama. Fasilitas ini biasanya disediakan oleh kelompok sosial.

Devina mengatakan kalau sebanyak 80 Taman Bacaan beroperasi di Jakarta, namun tampaknya hanya satu yang beroperasi di bawah jalan layang seperti miliknya.

Bukan cuma di Ciputat, perpustakaan di kolong jembatan seperti ini juga telah hadir di Hong Kong pada tahun lalu, seperti yang dikutip dari South China Morning Post.

Keberadaan perpustakaan di jalan raya memang menggembirakan, namun efek polusinya juga mengkhawatirkan.

"Hingga saat ini belum ada keluhan mengenai bau atau berisik. Kami menggunakan pengeras suara untuk mengurangi kebisingan yang terjadi di luar ruangan," kata Devina.

[Gambas:Video CNN]

(ard)