Twitter Rilis Hasil Riset Tentang Pariwisata Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 02:55 WIB
Twitter Rilis Hasil Riset Tentang Pariwisata Indonesia Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Mixmike)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak satu dasawarsa terakhir pariwisata dan teknologi adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Teknologi membuat kegiatan semakin mudah, menyenangkan, sekaligus riskan jika kurang berhati-hati.

Ada banyak cara untuk menentukan tujuan liburan sekaligus riset tentang destinasi wisata, salah satunya adalah menggunakan layanan jejaring sosial seperti Twitter.

Berdasarkan hasil riset terbaru Twitter yang diterima CNNINdonesia.com pada Selasa (26/3), kawasan Asia Pasifik memiliki daya tarik tinggi bagi para wisatawan pengguna Twitter. Bahkan Indonesia berada di posisi ke-sepuluh dalam daftar destinasi yang paling sering dikunjungi di Asia Pasifik.


Salah satu alasan mengapa Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata utama di Asia adalah ragam warisan budaya dan tradisi unik yang dimiliki negara ini.

Selain itu, faktor lain seperti ketersediaan akomodasi dengan harga yang terjangkau, transportasi, kuliner, serta hiburan, juga berpengaruh besar.

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara seperti pedesaan yang indah, beragam warisan budaya yang unik dan peninggalan sejarah, pantai, kehidupan malam (seperti di Jakarta dan Bali), dan masih banyak lagi.

Lebih dari 53 persen wisatawan mencari tempat tujuan yang menawarkan berharga terjangkau (value for money), lebih dari 27 persen wisatawan mencari tempat tujuan dengan peninggalan sejarah dan warisan budaya, dan lebih dari 19 persen wisatawan mencari pantai yang bagus.

Secara global, terdapat 354 juta cuitan terkait perjalanan pada tahun 2018. Negara yang paling banyak melakukan cuitan terkait perjalanan adalah AS, Inggris, India, Indonesia, dan Kanada.

Riset tersebut melibatkan lebih dari 7.500 responden di 13 negara, termasuk enam negara di Asia Pasifik, untuk menelaah tren wisata dari para pengguna Twitter.

Ketika pengguna Twitter berbagi pengalaman liburan atau mencari ulasan terkait destinasi tertentu, penyedia jasa pariwisata dapat menggali wawasan mereka untuk menentukan jenis kebutuhan dan cara penyampaian yang paling efektif sesuai dengan segmentasi pasar.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)