Anak Keranjingan Gim Akibat Kurangnya Pengawasan Orang Tua

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 28/03/2019 12:17 WIB
Anak Keranjingan Gim Akibat Kurangnya Pengawasan Orang Tua Anak-anak bermain Game komputer di kawasan Petamburan, Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2018. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kurangnya pengawasan orang tua disalahkan dalam maraknya akses gim berkonten dewasa oleh anak.

"Kalau kita bicara soal anak bisa main [gim] konten dewasa, itu pasti karena tidak ada pengawasan," ujar psikolog Fajriati M Badrudin dalam focus group discussion tentang gim daring di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Selasa (26/3).

Pemberian gawai sedari dini pada anak juga dinilai turut berkontribusi. Gawai itu, kata Fajriati, diberikan saja pada anak tanpa adanya aturan yang mengimbangi.


"Itu dikasih saja, tanpa ada kontrak sebelumnya, gimana aturannya juga penting," jelas Fajriati.

Tak cuma soal gim daring, Fajriati juga menyoroti penggunaan media sosial oleh anak. Orang tua, kata dia, juga perlu mengawasi perilaku anak saat menggunakan media sosial.


Fajriati mengimbau pada pemerintah dan lembaga-lembaga terkait untuk getol memberikan penyuluhan kepada orang tua maupun anak soal psikoedukasi.

"Dari sekolah juga bisa dibuat semacam seminar yang sifatnya psikoedukasi untuk orang tua," kata Fajriati. Dia mencontohkan, sekolah bisa membuat seminar yang berbicara soal bahaya internet dari segala sisi.

Orang tua, kata Fajriati, harus melek terhadap perkembangan internet saat ini. Orang tua juga dituntut untuk mengasah kemampuan komunikasi anak.

"Jika dari awal komunikasi kita bagus sama anak, biasanya dia akan mau dengar," ujar Fajriati. Perbanyak diskusi dan bantu anak untuk memutuskan sesuatu.

[Gambas:Video CNN] (din/asr)