Penculikan Turis Usai, Presiden Uganda Nyatakan Negara Aman

AFP, CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 14:46 WIB
Penculikan Turis Usai, Presiden Uganda Nyatakan Negara Aman Kawanan banteng di Taman Nasional Queen Elizabeth. (Istockphoto/benedek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Uganda Yoweri Museveni pada Senin (8/4) menegaskan negaranya aman bagi para pelancong dan berjanji untuk memperkuat keamanan di taman nasional setelah penculikan seorang turis Amerika Serikat (AS).

Seorang turis wanita asal AS dan pemandu wisata safarinya ditemukan pada hari Minggu (7/4) tanpa luka setelah diculik selama enam hari di Taman Nasional Queen Elizabeth.

Drama penculikan itu berakhir setelah pemerintah Uganda memberi uang tebusan.


Pariwisata adalah industri utama bagi Uganda, rumah bagi gorila gunung langka dan margasatwa lainnya, Danau Victoria yang besar dan Pegunungan Rwenzori yang tertutup salju.

"Uganda aman," tulis Museveni di Twitter, menambahkan bahwa pihak berwenang akan "menangani para penjahat" dan "terus meningkatkan keamanan di taman kami".

"Datang dan nikmati Mutiara Afrika," katanya.

Taman Nasional Queen Elizabeth, salah satu cagar alam satwa liar paling populer di negara Afrika Timur, membentang di sepanjang perbatasan dengan daerah yang dilanda konflik Republik Demokratik Kongo.

Kawasan hijau ini juga berbatasan dengan Virunga, taman nasional yang terkenal dan yang tertua di Afrika.

Juru bicara pemerintah Ofwono Opondo menulis di Twitter bahwa sang turis, Kimberly Endicott, dan pemandu wisatanya, Jean-Paul Mirenge, diselamatkan "oleh pasukan keamanan Uganda di DRC".

Dia menambahkan bahwa "para penculik telah melarikan diri dan pengejaran tetap berlanjut".

Pasukan perlindungan wisata kepolisian Uganda mengerahkan unit respon khusus yang bekerja bersama tentara dan penjaga hutan dalam pencarian pasangan yang diculik.

Mike Walker, manajer Wild Frontiers Safaris, mengatakan Endicott dan Mirenge, "kembali dengan selamat".

Tidak diketahui lebih lanjut uang tebusan yang dibayarkan kepada penculik untuk membebaskan mereka.

Polisi mengatakan para penculik menggunakan telepon seluler Endicott untuk meminta uang tebusan US$ 500 ribu (sekitar Rp7 miliar) untuk membebaskan korban.

Ditanya tentang uang tebusan, juru bicara polisi Polly Namaye tidak mengkonfirmasi secara langsung tetapi merujuk ke perusahaan wisata dan mengatakan itu adalah "otoritas mereka".

Presiden AS Donald Trump, dalam sebuah cuitan di Twitter menyambut baik berita tentang pembebasan Endicott.

"Senang melaporkan bahwa turis dan pemandu wisata Amerika yang diculik di Uganda telah dibebaskan. Tuhan memberkati mereka dan keluarga mereka!" tulis Trump.

[Gambas:Video CNN]

(ard)


BACA JUGA