Puluhan Taman Nasional di Amerika Serikat Sajikan Tur Virtual

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 11:06 WIB
Puluhan Taman Nasional di Amerika Serikat Sajikan Tur Virtual Taman nasional Yosemite di Amerika Serikat. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap tahunnya ada sebuah perayaan yang ditunggu-tunggu oleh publik Amerika Serikat, khususnya para pecinta alam, yakni pekan taman nasional yang berlangsung hingga 28 April. Namun tahun ini ada sesuatu yang cukup berbeda.

Dalam momen tersebut setiap orang menghabiskan waktu bersama keluarga, kerabat, dan teman dekat untuk menjelajahi kawasan taman nasional di Amerika Serikat. Peluh dan lelah adalah hal yang tidak bisa dihindarkan.

Demi memfasilitasi jenis orang yang memiliki hasrat untuk bertualang namun enggan berkeringat, Google memberikan pilihan yang brilian yakni tur dengan google earth.


Mengutip lonely planet, Selasa (23/4), tur virtual ini bisa menjangkau 31 dari 59 taman nasional yang ada di Amerika Serikat.

Tak hanya mereka yang malas berpeluh saja, namun langkah ini juga bisa membantu para pegiat alam di belahan dunia lain yang memiliki keterbatasan dana untuk menapakkan kaki di Amerika Serikat.

Saat memulai tur ini, para pengunjung dihadapkan pada hamparan batu granit berwarna pink yang merupakan bagian dari taman nasional Acadia di Maine.

Jika berpindah ke barat, maka para pengunjung akan bertemu dengan taman nasional Mesa Verde di Colorado.

Kemudian, tur virtual taman nasional ini akan berakhir di Taman Nasional Zion di Utah.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang mengelola kawasan Taman Nasional dengan serius. Hal ini terbukti dari peraturan yang diterapkan di kawasan Taman Nasional Yosemite di bagian barat Pegunungan Sierra Nevada.

Taman Nasional Yosemite memiliki peraturan yang melarang pengunjungnya untuk memberi makan hewan liar, berburu, mengambil sesuatu dari kawasan Taman Nasional, kemping, dan hal lain yang melanggar.

Bahkan untuk mengambil ranting dari pohon mati sekalipun. Bagi yang nekad melanggar, maka akan didenda sebesar US$5.000 (sekitar Rp71 juta).

[Gambas:Video CNN]

(agr)