Reaksi Alergi Pasta Gigi yang Mengambil Nyawa

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 18:25 WIB
Reaksi Alergi Pasta Gigi yang Mengambil Nyawa Ilustrasi sikat gigi (pixabay/collusor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Denise Saldate bernasib nahas. Bocah 11 tahun itu mengembuskan napas terakhirnya akibat alergi pasta gigi.

Kejadian itu terjadi secara tiba-tiba. Pasta gigi itu diresepkan oleh dokter gigi yang menangani Denise untuk memperkuat enamel giginya.

Setelah menyikat giginya pada 4 April malam, Denise mulai menangis dan berlari ke kamar sang ibu. "Bibirnya sudah biru [saat itu]," ujar sang ibu, Monique Altamirano pada Allergic Living.


Tak tunggu waktu lama, Monique menghubungi medis dan meminta pertolongan. Sayang, Denise tak bisa diselamatkan saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas untuk teliti memperhatikan kandungan yang ada di dalam pasta gigi.

Denise diketahui alergi terhadap susu sejak usia satu tahun. Sejak saat itu, keluarga sangat berhati-hati memberikan asupan untuk Denise. Monique bahkan selalu membaca daftar kandungan dalam beragam produk makanan yang akan dikonsumsi Denise.

Sejak kecil, Denise juga tak pernah bermasalah dengan pasta gigi. Monique tak berpikir bahwa pasta gigi mengandung risiko alergi.

Tak dinyana, pasta gigi yang digunakan Denise mengandung recaldent, bahan yang berasal dari protein susu.

Sejak kematiannya pada awal bulan ini, kisah Denise telah dibagikan ribuan kali di media sosial.

Menanggapi kasus, ahli alergi anak, dr David Stukus mengatakan bahwa apa yang dialami Denise terbilang jarang. Kematian Denise, kata Stukus, sekaligus menjadi pengingat bahwa alergi makanan bisa berlangsung parah dan membutuhkan penanganan medis.

"Orang juga harus teliti memeriksa label dan cermat melihat kandungan apa saja yang ada di dalamnya," kata Stukus, mengutip CNN.

Stukus mengatakan bahwa alergi makanan tak bisa dianggap remeh. Orang dengan alergi makanan memiliki risiko kematian yang cukup tinggi.

"Kami tidak ingin meremehkan ini [alergi makanan]. Kami ingin orang berhati-hati," kata Stukus.

Hampir semua kematian akibat reaksi alergi terhadap makanan didorong oleh faktor kondisi yang mendasarinya seperti asma. Kondisi itu membuat reaksi alergi berlangsung lebih parah.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)