Amalan dan Persiapan Menyambut Bulan Ramadan

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 17:13 WIB
Amalan dan Persiapan Menyambut Bulan Ramadan ilustrasi puasa (Istockphoto/mustafagull)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bulan Ramadan tinggal menghitung hari. Umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri dan memperbanyak amalan untuk menyambut datangnya bulan puasa ini.

Dalam agama Islam, bulan Ramadan dikenal juga dengan bulan suci. Sehingga memasuki Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri. Berikut beberapa kegiatan dan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum memasuki bulan puasa. 

1. Saling memaafkan
Menyambut bulan suci, umat Islam juga dianjurkan untuk menyucikan diri. Salah satunya adalah menghapus kesalahan diri dan orang lain dengan cara saling memaafkan.


"Sambut Ramadan dengan kegiatan yang positif seperti saling bermaafan dengan yang lain karena bulan Ramadan itu bulan suci, sebaiknya kita juga menyucikan hati," kata ustadz Wahyul Afif al Ghafiqi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/4).

2. Ziarah kubur
Mengunjungi makam orang yang sudah meninggal seperti keluarga dan kerabat juga dianjurkan untuk dilakukan menyambut bulan Ramadan. Menurut Wahyul, ziarah kubur dapat mengingatkan pada kematian, sehingga diharapkan ibadah di bulan puasa lebih khusyuk dan maksimal.

Ziarah kubur juga dilakukan untuk berkirim doa kepada orang yang telah tiada serta mengingat jasa yang sudah mereka berikan.


3. Mandi
Umat Islam juga disunahkan untuk mandi keramas satu hari sebelum puasa Ramadan. Mandi keramas itu juga dapat disertai dengan niat untuk melakukan puasa di bulan Ramadan.

Wahyul menyebut mandi sebelum Ramadan ini bertujuan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan nan suci.

4. Bersih-bersih
Selain membersihkan diri, umat Islam juga dianjurkan untuk membersihkan tempat-tempat ibadah seperti masjid, musala, atau surau. Begitu juga dengan tempat salat di rumah, pakaian, dan alat salat yang digunakan.

"Agar pakaian, mukena dan sarung tidak memiliki najis saat memasuki bulan Ramadan," ucap Wahyul.


5. Membayar utang puasa
Seorang Muslim juga dianjurkan membayar utang puasa yang telah lalu. Biasanya utang puasa ini dimiliki oleh perempuan yang haid, hamil atau menyusui, dan orang yang sakit.

"Jangan sampai terlewat kalau punya utang puasa, segera dibayar dengan mengganti puasanya," tutur Wahyul. (ptj/chs)