Menyelamatkan Hewan dengan Jembatan Penyeberangan

CNN Indonesia | Jumat, 03/05/2019 10:02 WIB
Menyelamatkan Hewan dengan Jembatan Penyeberangan Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melesatnya pertumbuhan penduduk membuat beberapa kawasan yang tadinya merupakan semak belukar, atau bahkan hutan, diubah menjadi permukiman. Tak berhenti sampai di situ, jalan pun dibangun sebagai akses untuk lalu lalang manusia.

Akibatnya kawasan hutan yang dihuni oleh para hewan itu menjadi rawan untuk penghuni aslinya. Selain menjadi objek perburuan dan stigma sebagai hama, nyawa hewan juga terancam akibat jalanan yang dibangun.

Kasus kendaraan menabrak hewan adalah hal yang kerap terjadi di beberapa kawasan, bahkan korbannya tidak hanya yang berukuran kecil saja. Tupai, rusa, bahkan beruang menjadi korban kendaraan yang melaju.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa daerah di dunia akhirnya mulai memikirkan nasib hewan yang haknya terenggut.

Salah satu caranya adalah dengan membangun jembatan khusus, dengan maksud agar para satwa bisa leluasa menyeberang tanpa mempertaruhkan nyawanya.

Mengutip quartz, Jumat (3/5), seorang ahli biologi dari Universitas Montana, Tony Clevenger, menuturkan hewan-hewan tersebut pada dasarnya merasa nyaman dengan lintasan yang menyerupai habitatnya.

Itu sebabnya di jalur trans Kanada yang melintasi area Taman Nasional Banff, dibangun sebuah jembatan khusus yang didesain menyerupai kawasan hutan, lengkap dengan tanah dan pohon, dengan tujuan membuat satwa nyaman saat menyeberang tanpa khawatir terhantam kendaraan yang melintas.



Kabar baiknya ide ini tak hanya hanya diaplikasikan di Kanada saja, beberapa negara seperti Inggris, Brazil, dan Amerika Serikat juga telah membangun jembatan serupa untuk hewan-hewan yang ada di wilayahnya.

Namun sejauh ini jembatan penyeberangan terbesar untuk satwa terletak di Kenya, karena digunakan untuk menyeberang gajah. Tak hanya Kenya, saat ini Bhutan juga sedang membangun jembatan untuk jalur perlintasan gajah.

Bahkan di Washington, Amerika Serikat, jembatan ini tidak berada di atas tanah melainkan di bawah air. Tepatnya dari kawasan gambut hingga sungai Yakima. Hal ini ditujukan untuk jalur transportasi hewan yang identik air seperti salamander dan ikan.

[Gambas:Video CNN] (agr)