Panduan Berpuasa bagi Pasien Tuberkulosis

Tim, CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 06:32 WIB
Panduan Berpuasa bagi Pasien Tuberkulosis Ilustrasi. Pasien tuberkulosis mesti mengonsumsi obat setiap hari meski tengah berpuasa. (Istockphoto/puhhha)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berpuasa merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang mampu menjalankannya. Bagi orang yang tengah dalam kondisi sakit, Islam memberikan kelonggaran dengan memperbolehkan mereka untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.

Begitu pula dengan pasien tuberkulosis (TBC). Orang dengan tuberkulosis mesti mengonsumsi obat setiap hari, walaupun sedang berpuasa.

Ahli paru, dr Fathiyah Isbaniah mengatakan, orang dengan penyakit TBC sensitif/reguler diperbolehkan berpuasa. Saat berpuasa, konsumsi obat dipindah saat sahur atau berbuka puasa.


"Silahkan semua pasien TBC sensitif untuk berpuasa dan minum obat 1 jam hingga 30 menit sebelum sahur," kata Fathiyah kepada CNNIndonesia.com, jelang Ramadan.

Fathiyah menjelaskan, pasien TBC yang mendapatkan dosis obat kombinasi terpadu dapat diminum sebelum sahur. Sedangkan yang mendapatkan dosis obat lepasan dapat meminum obat dua tablet sebelum sahur dan dua tablet setelah salat tarawih.

Sementara itu, bagi pasien TBC resistan obat--jenis TBC yang lebih parah dibandingkan sensitif--dapat berpuasa dengan meminum obat di rumah sakit setelah berbuka atau setelah salat tarawih.

Jika tidak memungkinkan lantaran efek samping obat yang berat, pasien TBC resistan obat diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

"Kalau yang resistan obat, jika memang berat, saya anjurkan tidak berpuasa terlebih dahulu. Saya anjurkan untuk membayar fidiah atau mengganti di waktu lain," tutur Fathiyah yang merupakan dokter di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan.

TBC merupakan salah satu penyakit menular mematikan. Data Kementerian Kesehatan mencatat, jumlah penderita TBC sensitif pada 2018 mencapai 842 ribu jiwa. Sedangkan penderita TBC resisten obat mencapai 23 ribu jiwa.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)