Kemenkes Pastikan Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 13:30 WIB
Kemenkes Pastikan Cacar Monyet Belum Ditemukan di Indonesia Ilustrasi. Dalam rangka mengantisipasi penyebaran cacar monyet, Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pmeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (14/5). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk tidak panik karena penyakit monkeypox atau cacar monyet yang baru saja ditemukan di Singapura. Kemenkes memastikan belum ada kasus cacar monyet yang ditemukan di Indonesia.

"Sampai saat ini belum ditemukan kasus Monkeypox di Indonesia," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (15/5).

Meski demikian, Anung mengimbau masyarakat untuk waspada dan menjaga kebersihan untuk mencegah penyebaran cacar monyet.

Cacar monyet merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang atau zoonosis. Penularan cacar monyet dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang terinfeksi virus cacar monyet.

Sedangkan penularan pada manusia, menurut Anung, terjadi melalui kontak dengan monyet, tikus gambia, dan tupai. Penularan dapat pula terjadi karena mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus cacar monyet ini adalah rodent atau tikus.

Sementara penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Wilayah yang terjangkit cacar monyet yaitu Afrika Tengah dan Barat seperti Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan

Kasus cacar monyet baru saja ditemukan di Singapura pada seorang warga Nigeria. Saat ini, pasien sudah menjalani perawatan dan dikarantina agar tidak menyebarkan virus.

Virus cacar monyet mengalami masa inkubasi sekitar 5-21 hari. Gejala yang timbul meliputi demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, dan lemas.

Seperti cacar pada umumnya, ruam di kulit akan muncul pada wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam itu berkembang dan akan menghilang hingga tiga pekan.

Kasus kematian cacar monyet disebut bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian terjadi pada anak-anak.

Belum ada obat-obatan yang dapat melawan virus ini. Dokter biasanya akan memberikan obat untuk meringankan gejala.

"Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Pengobatan simtomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul," tutur Anung.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)