Ramai-ramai 'Sosis Demokrasi' pada Pemilu Australia

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 03:46 WIB
Ramai-ramai 'Sosis Demokrasi' pada Pemilu Australia Ilustrasi. Sosis menjadi simbol Pemilu 2019 di Australia. (MorgueFile/frolicsomepl)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di Australia, sosis tak sekadar makanan yang menggoda selera. Makanan olahan daging yang gurih dan empuk itu menjadi simbol Pemilu 2019 di Negeri Kanguru.

Sosis ambil bagian di tengah perdebatan mendalam tentang politik dan kebijakan Australia. Tempat pemungutan suara di seantero negeri menghadirkan sederet booth barbeku di mana sosis jadi hidangan utama.

Barbeku sosis itu dimasak oleh sejumlah relawan yang berasal dari beragam komunitas di Australia. Mengutip The Guardian, mereka khusus menjualnya untuk para pemilih yang datang memberikan hak suaranya.



Beragam jenis sosis hadir di sejumlah pusat kota. Mulai dari sosis vegan, sosis vegetarian, hingga sosis halal. Tak cuma barbeku sosis, relawan juga menjual kue dan kopi.

Kepopuleran sosis membuat tagar Twitter ofisial Pemilu Australia #AusVotes2019 pun hadir dengan emoji sosis dengan roti putih dan coretan saus tomat.

Pada tahun ini, obsesi 'sosis demokrasi' Australia telah mendunia. Barbeku sosis hadir di sejumlah konsulat termasuk di London, New York, Tokyo, Berlin, Kuala Lumpur, dan Vanuatu.

Sosis demokrasi pertama kali disajikan di London, saat pemilu Australia dilangsungkan bagi warganya yang berada di Inggris. Sekitar 1.200 sosis dijual kepada pemilih.

Mengutip CNN, sejarawan politik Judith Brett mengatakan, kebiasaan membeli makanan ringan di tempat pemungutan suara bukanlah fenomena baru di Australia.

Brett menyebutkan, beberapa foto dokumentasi lama memperlihatkan sejumlah kedai kue mewarnai tempat pemungutan suara.


"Jadi, saya pikir, masyarakat melihat itu [menjual sosis saat Pemilu berlangsung] sebagai kesempatan untuk mengumpulkan dana bagi organisasi atau komunitasnya," kata dia.

Kehadiran sosis dalam Pemilu Australia didorong oleh beragam faktor. Salah satu pasalnya adalah beleid pemerintah yang dikeluarkan pada 1911 silam. Beleid itu menuliskan ketentuan pemungutan suara yang harus dilakukan pada hari Sabtu.

Pemungutan suara yang diadakan pada akhir pekan membuat orang tua harus membawa serta buah hatinya yang sedang berlibur. Pemungutan suara menjelma agenda piknik keluarga.

"Hal penting lainnya adalah bahwa orang Australia tak diharuskan memilih di tempat pemungutan suara tertentu seperti di banyak negara lain," kata Brett. Hal itu membuat agenda pemungutan suara menjadi meeting point bagi beberapa orang yang berjanji untuk menghabiskan akhir pekan bersama.

Sosis sendiri mulai muncul di acara-acara komunitas seturut dengan hadirnya alat barbeku portabel pada 1980-an. Sosis yang disajikan di sepotong roti tawar dengan bawang dan saus tomat menjadi salah satu ikon kuliner Australia.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)