Objek Wisata Alternatif di Lampung untuk Libur Lebaran

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 10:05 WIB
Objek Wisata Alternatif di Lampung untuk Libur Lebaran Ilusrasi air terjun. (Foto: ANTARA FOTO/Jojon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk menghindari penumpukan aktivitas wisatawan saat libur lebaran di objek wisata terkenal Provinsi Lampung, Kali Mancingan dan Curug Kura Mas di Dusun Kuyung Arang, Kabupaten Tanggamus, bisa dijadikan objek wisata alternatif yang memesona dengan keindahan alami lingkungan sekitarnya.

Namun layaknya objek wisata yang belum terekspose, cara menuju lokasi kerap menjadi pertimbangan. Untuk menuju ke lokasi kawasan wisata alam itu, bisa ditempuh dari poros jalan Sanggi Bengkunat kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sekitar satu kilometer atau ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Kali Mancingan dan Curug Kura Mas secara administratif terletak di dalam kawasan hutan lindung Register 31 wilayah kelola KPHL Kota Agung Utara, dan berbatasan langsung dengan TNBBS.


Kondisi hutan di sekitar lokasi ini masih terjaga, sehingga aliran sungai terlihat begitu jernih mengalir di atas lapisan batu hitam.

Menurut warga sekitar setiap malam sering terdengar suara seperti alunan irama musik atau kendang.

Setelah ditelusuri kemungkinan suara tersebut berasal dari lubang-lubang kecil di sepanjang aliran sungai setempat.

Mengutip Antara, Selasa (28/5), perjalanan menuju Curug Kura Mas bisa ditempuh dengan berjalan kaki menelusuri aliran sungai, kurang lebih 300 meter di atas hamparan batu hitam.

Curug dengan ketinggian 10 meter ini dikelilingi tebing batu, dengan suasana alam yang masih alami.

Sementara itu si bawah air terjun kecil ini, wisatawan bisa merasakan seperti berdiri di atas aspal jalanan, mengingat seluruh bagian bawah ini tidak seperti air terjun pada umumnya.

Curug Kura Mas dinamai oleh warga di sini, karena konon menurut cerita pernah ditemukan kura-kura berwarna emas.

"Keindahan bentang alam hutan ini bisa dijadikan rekomendasi sebagai tempat wisata alternatif bagi masyarakat sekitar yang menawarkan banyak kelebihan, karena sifatnya yang alami, relatif murah dan tentu saja ramah lingkungan," ujar seorang aktivis lingkungan dan pegiat pengembangan wisata alam Lampung, Supri Yanto.

[Gambas:Video CNN] (agr)