JAZIRAH ISLAM

Islam Bersemi di Tunisia

agr, CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 04:02 WIB
Islam Bersemi di Tunisia Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/alantobey)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tunisia adalah negara di Afrika Utara yang 98 persen penduduknya beragama Islam. Secara geografis, Tunisia menjadi penghubung antara negara-negara di timur dengan Negara Eropa.

Tak hanya itu saja, Tunisia juga merupakan pintu masuk bagi pengembangan dakwah Islam ke Eropa.

Meskipun mayoritas penduduk Tunisia adalah umat muslim, namun kenyataannya baru sekitar delapan tahun mereka bisa bebas menunjukkan identitasnya sebagai muslim.


Sebelumnya, pemerintah Tunisia mengeluarkan dekrit yang melarang hijab dipakai di sekolah ataupun kantor pemerintah.

Presiden Tunisia saat itu, Zine El Abidine Ali, menyebut hijab sebagai bagian dari busana kolot yang masuk ke Tunisia tanpa diundang.

Penggunaan hijab juga diklaim pemerintah didorong oleh para ekstremis yang ingin mengeksploitasi agama untuk tujuan politik.
Tak heran jika negara yang pernah dijajah Prancis ini, kerap disebut sebagai negara penduduk muslim yang paling terpengaruh budaya barat.

Setelah revolusi Arab spring tahun 2011, umat muslim di Tunisia berani menujukkan identitasnya dengan atribut-atribut keagamaan.

Meski demikian, ada sebuah pulau di Tunisia yang terkenal karena multikultur. Pulau itu bernama Djerba. Masyarakat di sini bisa hidup dalam harmoni, walaupun berbeda keyakinan.

Djerba juga diakui sebagai salah satu pulau paling bersejarah di Tunisia. Salah satu peninggalan bersejarah di tempat ini adalah Masjid Abi Miswar.

Masjid ini dibangun oleh Abu Miswar pada akhir abad ketiga hijriah, dan dilanjutkan oleh anaknya Faisal Zakaria pada abad keempat. Secara otomatis, masjid ini merupakan masjid tertua di Djerba.

Buktinya adalah jam matahari sebagai penunjuk waktu solat, yang bisa ditemukan di hampir semua masjid kuno.

Bagian luar masjid Abu Miswar juga bisa digunakan untuk solat. Jika musim panas, cuaca ekstrim di Tunisia 'memaksa' mereka untuk solat di luar, supaya tidak terlalu ramai dan panas di dalam.

Sementara itu di bagian belakang masjid Abus Miswar, bisa ditemukan tempat wudhu dan mandi pada jaman dulu lalu ada labirin-labirin dan ruangan kecil, yang dulunya menjadi tempat tidur bagi orang-orang yang belajar di tempat ini.

[Gambas:Video CNN] (agr)