Yang Harus Diperhatikan saat Meninggalkan Kucing untuk Mudik

tim, CNN Indonesia | Jumat, 31/05/2019 19:48 WIB
Yang Harus Diperhatikan saat Meninggalkan Kucing untuk Mudik ilustrasi penitipan kucing (Mikhail Vasilyev via StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Lebaran, warga ibukota sudah mulai mudik ke kampung halamannya. Setelah mempersiapkan transportasi untuk mudik, rumah yang ditinggalkan, masih ada beberapa persiapan lain yang harus dilakukan.

Bagi Anda yang punya hewan peliharan, misalnya kucing, dalam kondisi tertentu, Anda tak mungkin bisa mudik sambil membawa kucing kesayangan.

Jangan buru-buru dan sembarangan untuk menitipkan kucing peliharaan ke tempat penitipan atau orang lain. Agar kucing tetap terjaga dan terawat selama ditinggal mudik, ada beberapa tips Komunitas Cat Lovers Kaskus yang bisa Anda terapkan.


1. Pastikan kucing dalam kondisi sehat
Selama ditinggal mudik, pastikan hewan berbulu ini sehat. Jangan meninggalkan kucing dalam keadaan sakit saat Anda sedang pergi.

Namun jika kucing Anda sakit, maka sebaiknya rawat inap kucing di dokter hewan agar dia bisa dapat penanganan khusus dan tetap sehat.


2. Cari orang dekat rumah dan sayang kucing
Jika tak ingin menitipkan kucing di tempat penitipan hewan, maka carilah tetangga atau saudara yang tinggal dekat rumah untuk membantu mengecek kondisi kucing Anda.

Pilih orang dekat, tetangga, atau saudara yang juga sayang kucing dan tak keberatan untuk dimintai bantuan menjaga kucing.

Hal ini akan sangat menguntungkan karena mereka mengerti kebutuhan kucing untuk diajak main, digantikan pasirnya, dan tentunya diperlakukan dengan baik serta penuh kasih sayang.

3. Pastikan stok makanan dan minuman favorit
Pastikan jenis makanan dan minuman favorit yang biasa dimakan kucing Anda. Pasalnya, penggantian makanan mendadak akan membuat si kucing jadi sakit.

Namun jika memutuskan untuk menitipkan kucing di tempat penitipan, maka ada beberapa syarat yang harus Anda perhatikan.


1. Pastikan penitipan punya syarat hanya kucing yang sudah divaksin yang boleh dititipkan.
2. Kandang luas dan tak ditumpuk dengan kandang kucing lain sehingga meminimalisir kontak virus, bakteri, dan penyakit lainnya yang mudah menular.
3. Memiliki sirkulasi udara yang bagus, bersih, dan tak pengao.
4. Bekerjasama dengan dokter hewan.
5. Punya penjaga khusus 24 jam.
6. Bersedia memberikan laporan harian tentang kondisi kucing.
7. Punya jadwal main di luar atau dalam kandang agar kucing tidak stres. (chs/chs)