Studi: Daging Putih Sama Bahaya dengan Daging Merah

Tim, CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 10:43 WIB
Studi: Daging Putih Sama Bahaya dengan Daging Merah Konsumsi daging putih dan daging merah sama-sama meningkatkan kolesterol. (Ilustrasi/PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daging merah selama ini dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan daging putih. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa soal peningkatan kolesterol, mengonsumsi daging putih seperti daging unggas ternyata sama buruknya dengan mengonsumsi daging sapi.

Studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini meneliti lebih dari 100 pria dan wanita sehat berusia 21-65 tahun. Dalam serangkaian tes, mereka diminta mengonsumsi daging merah berupa daging sapi dan daging putih berupa daging ayam.

Masih untuk tes, ada satu waktu di mana mereka diminta tidak mengonsumsi daging.



Hasilnya, peneliti menemukan efek daging putih dan daging merah terhadap kadar kolesterol peserta menunjukkan hasil yang identik, ketika kadar lemak jenuhnya setara.

Lemak jenuh meningkatkan konsentrasi LDL atau kolesterol jahat dalam aliran darah dan berisiko meningkatkan serangan jantung dan stroke. Lemak jenuh itu sebagian besar berasal dari sumber hewani, seperti lemak daging sapi, kulit unggas, dan mentega.

Studi juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam konsentrasi partikel LDL besar, sedang, kecil di dalam darah yang disebabkan oleh daging merah maupun daging putih.


Sebaliknya, tes menunjukkan hasil yang berbeda saat partisipan diminta mengonsumsi tanpa daging. Penelitian mengindikasikan protein nabati memiliki dampak paling sehat pada kolesterol darah. Penelitian ini menyimpulkan protein non-daging seperti sayuran, susu, dan kacang-kacangan memberikan manfaat yang baik bagi kolesterol.

"Jika Anda memiliki masalah dengan kolesterol atau jika Anda memiliki riwayat keluarga kolesterol atau penyakit jantung, maka yang terbaik adalah mengkonsumsi lebih sedikit daging merah dan putih," kata ahli gizi dari University of Connecticut Maria Romo-Palafox, dikutip dari CNN.

Romo-Palafox menyarankan untuk mengganti protein dari daging dengan protein nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Tempe dan tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang baik. Sumber nabati ini juga disebut baik untuk kesehatan kardiovaskular.


"Kami mengonfirmasi bahwa pola makan nabati cenderung memiliki hasil kesehatan yang lebih baik dan cenderung memiliki dampak lingkungan yang lebih sedikit," kata Romo-Palafox. (ptj/rsa)