Sakit Tak Menahan, 'Manusia Pohon' Ingin Tangannya Diamputasi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 08:57 WIB
Sakit Tak Menahan, 'Manusia Pohon' Ingin Tangannya Diamputasi Abu Bajandar (28) ingin tangannya diamputasi akibat rasa sakit tak menahan yang disebabkan oleh sindrom langka manusia pohon. (Foto: Munir UZ ZAMAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manusia pohon asal Bangladesh meminta pihak medis untuk mengamputasi tangannya. Pasalnya, pria bernama Abul Bajandar itu merasa tak sanggup lagi menahan rasa sakit.

Apa yang terjadi pada Bajandar adalah anomali. Tumbuh daging aneh seperti pohon di tangan dan kaki akibat sindrom langka. Sindrom langka yang diderita Bajandar dikenal dengan istilah epidermodysplasia verryciformis. Kondisi genetik langka ini dikenal dengan sindrom manusia pohon.

Pria 28 tahun itu sudah melakukan 25 kali operasi sejak 2016 lalu. Awalnya, penyakit Bajandar sudah dinyatakan sembuh saat meninggalkan klinik di Dhaka pada Mei tahun lalu.


Namun, ayah satu anak ini kembali dilarikan ke rumah sakit pada Januari lalu karena di tubuhnya tumbuh lagi daging aneh. Kondisinya juga semakin memburuk.

"Saya tidak bisa menahan rasa sakit lagi. Saya tidak bisa tidur di malam hari. Saya meminta dokter untuk memotong tangan saya sehingga setidaknya rasa sakit berkurang," kata Bajandar kepada AFP.

Ibu Bajandar, Amanda Bibi juga mendukung permintaan itu. "Setidaknya dia akan bebas dari rasa sakit. Ini adalah kondisi yang sangat buruk," ucap Bibi.

Menanggapi permintaan Bajandar, Kepala Ahli Bedah Plastik Dhaka Medical College Hospital, Samanta Lal Sen mengaku akan berdiskusi dengan tim dokter yang terdiri dari tujuh orang pada pekan ini.

"Dia bisa memberikan pendapat pribadinya. Tetapi kami akan melakukan apa pun yang merupakan solusi terbaik untuknya," tutur Sen.

Bajandar merupakan satu dari sedikit orang yang mengalami sindrom manusia pohon. Di seluruh dunia, tak lebih dari 10 orang mengalami sindrom ini.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)


BACA JUGA