'Manusia Pohon' Bangladesh Bakal Jalani Operasi Ke-26

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 14:43 WIB
'Manusia Pohon' Bangladesh Bakal Jalani Operasi Ke-26 ilustrasi (Pexels/Wesley Wilson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang warga Bangladesh dijuluki sebagai manusia pohon. Hal ini terjadi karena kondisi fisiknya yang dianggap menyerupai kulit pohon.

Para dokter setempat mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan pembedahan agresif untuk menghilangkan penyakit ini. Pembedahan ini perlu dilakukan setelah puluhan upaya gagal untuk menyembuhkan kondisi genetik yang langka ini.

Sekalipun langka kondisi fisik manusia pohon ini bukan kasus pertama di dunia. Dalam bahasa kedokteran, kasus manusia pohon ini disebut sebagai epodermodysplasia verruciformis.



Hanya saja berbeda dengan kasus lainnya, kondisi penyakit pada pria Bangladesh bernama Abul Bajandar ini sudah menjalani 25 kali operasi sejak 2016 lalu. Operasi ini dilakukan untuk menghilangkan keriput berwarna abu-abu kehijauan yang menonjol di kulitnya.

Bajandar yang dulunya bekerja sebagai penarik becak ini akhirnya tak bisa lagi bekerja sejak bertahun-tahun lalu. Dia tak lagi bisa menggunakan tangannya karena pertumbuhan penyakit yang cepat.

Puluhan kali operasi membuat dokter percaya bahwa pria 28 tahun ini sudah sembuh. Namun kenyataannya, penyakit ini terus muncul kembali.

Pada Mei tahun lalu, penyakitnya bahkan menyebar pada bagian tubuhnya yang lain yang awalnya tak terdampak. Dia pun sempat melarikan diri dari rumah sakit Dhaka Medical College, tempatnya dirawat.


"Pertumbuhannya sudah menyebar sampai ke bagian baru di kaki dan tangan. Saya membuat kesalahan dengan melarikan diri dari rumah sakit. Tapi saya harap dokter bisa menyembuhkan penyakit saya dengan tuntas kali ini," kata Bajandar kepada AFP.

Dokter pernah mengakui bahwa kasus ini lebih rumit dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Mereka pun memerintahkan lebih banyak tes.

Panel medis mengatakan bahwa Bajandar akan menjalani operasi invasif pada Sabtu untuk mengobatinya.

"Sekitar 40 persen penyakit Bajandar sudah kembali sejak dia meninggalkan rumah sakit, Mei lalu. Kami harus melakukan operasi untuk menghilangkannya," kata Samanta Lal Sen, kepala ahli bedah plastik di rumah sakit.

Abul BajandarFoto: STR / AFP
Abul Bajandar


Perawatan Bajandar ini digratiskan oleh dokter di rumah sakit teratas di ibukota Bangladesh itu.

"Saya mendapat cinta yang luar biasa dari seluruh negeri dan perdana menteri kami," katanya.

"Saya sangat percaya suatu hari nanti bisa hidup seperti pria normal." (AFP/chs)