Studi: Banyak Orang Terkena Dampak Buruk si Pemabuk

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/07/2019 11:22 WIB
Studi: Banyak Orang Terkena Dampak Buruk si Pemabuk Ilustrasi minuman beralkohol (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabuk dengan konsumsi alkohol bukan hanya merugikan si peminum. Penelitian terbaru menunjukkan, orang lain yang tidak ikut minum terkena bahaya dampak dari perilaku buruk pemabuk.

Studi menemukan, satu dari lima orang dewasa di Amerika Serikat mengalami dampak buruk akibat perilaku mabuk orang lain.

Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Studies on Alcohol and Drugs memperkirakan, 53 juta orang dewasa mengalami dampak buruk yang disebabkan oleh orang lain yang mabuk pada tahun 2015. Dampak buruk itu dapat berupa cedera fisik hingga kerusakan properti.

"Satu hal yang perlu dipikirkan dengan angka satu-dalam-lima itu hanya terbatas dalam waktu sekitar satu tahun. Jadi, mungkin lebih banyak orang yang benar-benar dirugikan oleh kebiasaan mabuk orang lain di waktu lain dalam hidup mereka," kata peneliti Katherine Karriker-Jaffe, dikutip dari CNN.

Studi melibatkan analisis data dari 8.750 orang dewasa berdasarkan data dari National Alcohol's Harm to Others Survey dan National Alcohol Survey pada 2015.

Setiap orang dewasa ditanya apakah mereka pernah mengalami salah satu dari 10 jenis dampak buruk dalam 12 bulan terakhir yang disebabkan oleh orang mabuk. Dampak buruk itu di antaranya; merasa terancam atau takut; memiliki barang-barang yang hancur; properti dirusak; didorong, dipukul atau diserang; secara fisik dirugikan; kecelakaan lalu lintas; menjadi penumpang dalam kendaraan dengan pengemudi mabuk; memiliki masalah keluarga atau perkawinan; dan mengalami kesulitan keuangan.

Peneliti menemukan, 21 persen perempuan dan 23 persen laki-laki dalam penelitian itu melaporkan mengalami setidaknya satu dari bahaya tersebut dalam setahun terakhir. Jenis dampak buruk yang paling banyak adalah kekerasan fisik.

"Bagi perempuan, yang paling umum adalah masalah keluarga dan perkawinan atau masalah keuangan," ucap Karriker-Jaffe yang berasal dari Public Health Institute, California.

Secara keseluruhan, perempuan lebih cenderung melaporkan bahaya dari pasangan atau anggota keluarga yang mabuk. Sedangkan laki-laki lebih mungkin melaporkan bahaya dari orang asing.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)